Poliban-ULM perkuat daya saing komunitas UKM Kerupuk Kuin Utara
Kolaborasi Poliban dan ULM Tingkatkan Daya Saing UMKM Kerupuk Tradisional Banjarmasin
Poliban ULM perkuat daya saing komunitas – Kota Banjarmasin, yang dikenal dengan kekayaan kuliner khasnya, kini mendapatkan dukungan signifikan dari dua institusi pendidikan tinggi terkemuka di Kalimantan Selatan. Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) telah meluncurkan program pengabdian masyarakat yang dirancang khusus untuk membantu komunitas Usaha Kecil Menengah (UMK) Kerupuk Kuin Utara. Program ini bertujuan memperkuat posisi para pelaku usaha lokal dalam menghadapi tantangan pasar modern melalui pendekatan kewirausahaan digital. Melalui sinergi ini, Poliban ULM perkuat daya saing komunitas UMKM yang selama ini mengandalkan metode produksi tradisional.
Ketua Tim PKM Poliban, Rizky Amelia, M.Pd., menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam operasional bisnis tradisional. “Poliban dan ULM berkolanorasi dalam program pengabdian kepada masyarakat (PKM) bagi komunitas UMK Kerupuk Kuin Utara agar dapat mengelola bisnis berbasis teknologi digital,” ujarnya saat ditemui di Banjarmasin pada hari Jumat. Transformasi digital diyakini menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, terutama ketika persaingan pasar semakin ketat dan dinamis. Dengan demikian, pelaku usaha lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang seiring perubahan zaman.
Enam UMKM Terpilih Mendapat Binaan Intensif
Dalam program ini, enam pelaku usaha dari komunitas Kerupuk Kuin Utara dipilih untuk mendapatkan pembinaan secara intensif. Keenam UMKM tersebut meliputi Kerupuk Rahmatul, Kerupuk Hj. Maspah, Kerupuk Nanda, Kerupuk Rusliani, Kerupuk Mita, dan Kerupuk Qorin. Setiap pelaku usaha memiliki karakteristik produk yang unik namun tetap berakar pada tradisi kuliner Banjar. Pemilihan ini didasarkan pada potensi pengembangan dan keseriusan masing-masing pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi baru.
“Komunitas UMK ini memproduksi olahan kerupuk khas Banjar diantaranya kerupuk haruan, kerupuk kulit haruan, dan kerupuk udang,” ungkapnya.
Rizky menambahkan bahwa fokus utama program ini adalah edukasi kewirausahaan berbasis digital yang mencakup penguatan manajemen keuangan dan peningkatan kualitas produk. Pelaku usaha tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan dalam memproduksi barang berkualitas, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara tertib serta memanfaatkan berbagai platform pemasaran digital seperti Tiktok Shop, Shopee, dan Instagram. Selain itu, membangun kolaborasi antar pelaku usaha juga menjadi aspek penting untuk memastikan perkembangan yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya Poliban ULM perkuat daya saing melalui pendekatan holistik.
Pelatihan dan Pendampingan Berkelanjutan
Program pelatihan ini berlangsung selama enam bulan, tepatnya dari bulan April hingga September 2026. Selama periode tersebut, empat narasumber berpengalaman akan memberikan materi dan praktik langsung terkait penggunaan media digital, pengelolaan keuangan usaha, pendampingan pemasaran produk pada skala lebih luas, serta diversifikasi produk. Para narasumber yang terlibat dalam program ini adalah Lita Lutfiyanti, M.Pd. dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Rahma Pitria Ningsih, M.Pd dari Politeknik Negeri Banjarmasin, serta anggota Tim PKM Poliban Dr. Ananda Setiawan, M.Pd dan Heldiansyah, S.Kom., M.Kom.
Hasil awal kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis praktik dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pengelolaan bisnis digital. Meskipun tingkat peningkatan masing-masing peserta berbeda-beda, tren positif telah terlihat secara signifikan. “Kami berharap pendampingan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi berlanjut pada implementasi nyata melalui pemasaran digital bersama, manajemen keuangan yang lebih baik, dan peningkatan kualitas produk sehingga UKM mampu memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan,” ujarnya. Pendampingan ini juga mencakup evaluasi berkala untuk memastikan efektivitas program.
Dukungan dan Harapan ke Depan
Hj. Masriah, salah satu peserta PKM, menyatakan rasa terima kasihnya atas pelatihan dan berbagai bantuan yang diberikan. Ia merasa sangat terbantu karena materi yang dipelajari langsung dapat diterapkan dalam produksi sehari-hari. Program pengabdian ini merupakan bagian dari hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemdiktisaintek serta mencerminkan komitmen Poliban dan ULM dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal. Dukungan ini diharapkan dapat menjadi model bagi program serupa di daerah lain.
Melalui pendampingan berkelanjutan, Tim PKM berharap komunitas UKM Kerupuk Kuin Utara mampu menjadi model pengembangan usaha berbasis kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi di Kota Banjarmasin. Dengan demikian, produk-produk unggulan daerah tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital yang efektif dan efisien. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan komunitas lokal ini membuktikan bahwa Poliban ULM perkuat daya saing melalui pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan.