Ciccio Manassero rela cukur habis rambut demi film “Rumah Singgah”

Transformasi Total Ciccio Manassero untuk Peran Kanker dalam “Rumah Singgah”

Ciccio Manassero rela cukur habis rambut – Film terbaru karya sutradara Dyan Sunu Prastowo yang berjudul “Rumah Singgah” menghadirkan cerita inspiratif tentang empat pasien yang menemukan kekuatan bersama. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 27 Agustus 2026. Salah satu aspek yang paling menarik perhatian publik adalah bagaimana Ciccio Manassero rela cukur habis rambut demi memerankan karakter Toni, seorang pejuang kanker yang penuh semangat. Aktor tersebut tampil dengan penampilan yang sangat berbeda dari biasanya, menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap profesinya sebagai seorang seniman layar lebar.

Perubahan Fisik yang Signifikan

Ciccio mengungkapkan bahwa persiapan untuk film ini melibatkan penurunan berat badan dan pencukuran rambut secara total. Dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta pada hari Jumat, ia menceritakan detail persiapan tersebut dengan antusias. “Kalau boleh cerita aku turun 8 kilo dalam sekitar satu bulan for this role, dan juga cukur rambut,” jelas Ciccio kepada para wartawan yang hadir.

Menurut aktor tersebut, perubahan fisik ini bukan sekadar pilihan estetika, melainkan kebutuhan karakter yang harus dipenuhi. Ciccio menjelaskan bahwa postur tubuhnya yang biasanya cukup berisi dianggap kurang sesuai dengan karakter pasien kanker yang sedang menjalani pengobatan intensif. “Postur tubuhku yang biasanya cukup berisi hal itu dinilainya sedikit tidak make sense ketika nanti menonton filmnya,” paparnya dengan jujur.

“Ceritanya Tono ini pasien kanker dan sudah stadium berapa, tidak make sense kalau dia quote-unquote segar gitu lho. Jadi tentunya itu kebutuhan karakter dan juga bagian dari pendalaman karakterku untuk bisa mainin karakter Tony dengan baik, lebih totalitas,” tutur Ciccio.

Simbolisme Pencukuran Rambut

Salah satu aspek yang membuat persiapan Ciccio semakin istimewa adalah keinginannya untuk menampilkan proses pencukuran rambut secara langsung dalam film. Ia tidak ingin penonton melihat karakternya sudah botak sejak awal, melainkan menyaksikan momen pencukuran tersebut terjadi di layar dengan penuh makna.

“Jadi akan ada adegannya di mana dibantu teman-teman yang lain untuk mencukur rambut. Menurutku itu lebih powerful dan itu simbolik juga sih,” ungkapnya. Ciccio menambahkan bahwa ia menginginkan adegan tersebut memiliki makna yang mendalam bagi penonton yang akan menyaksikannya.

“I want that scene to be something powerful untuk bisa jadi hope juga buat temen-temen yang mungkin menjalani kemoterapi dan rambutnya rontok sampai botak,” ujar Ciccio.

Kisah Karla dan Para Penghuni Rumah Singgah

Film “Rumah Singgah” mengisahkan perjalanan Karla yang diperankan oleh Adhisty Zara. Seorang atlet lari ini harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya mengidap osteosarkoma, sebuah penyakit kanker tulang yang sangat ganas. Kehidupan Karla berubah total setelah diagnosis tersebut, memaksanya untuk menghadapi masa-masa sulit.

Di tengah masa-masa sulit, Karla tiba di sebuah rumah singgah yang menjadi tempat bernaung bagi para pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit. Di tempat inilah ia bertemu dengan Bu Andin yang diperankan oleh Dewi Irawan sebagai kepala rumah singgah. Selain itu, Karla juga berkenalan dengan para penghuni lainnya, yaitu Luki yang diperankan oleh Devano, Toni yang diperankan oleh Ciccio Manassero, serta Pika yang diperankan oleh Messi Gusti.

Keempat karakter tersebut perlahan-lahan membangun persahabatan yang kuat di tengah kondisi penuh ketidakpastian yang harus mereka hadapi bersama. Film ini juga dibintangi oleh Aming sebagai salah satu pemeran pendukungnya yang menambah kedalaman cerita.

Persiapan dan Harapan Ciccio

Ciccio Manassero menekankan bahwa seluruh perubahan yang dilakukannya merupakan bagian integral dari proses pendalaman karakter. Ia ingin penonton tidak hanya melihat perubahan fisik, tetapi juga merasakan transformasi emosional yang dialami oleh karakter Toni. Melalui peran ini, Ciccio berharap dapat memberikan pesan harapan bagi para penonton yang mungkin sedang menghadapi tantangan serupa dalam kehidupan mereka.

Dengan kombinasi cerita yang menyentuh hati, penampilan para pemeran yang kuat, dan perubahan fisik yang mencerminkan realita perjuangan pasien kanker, “Rumah Singgah” diharapkan dapat menjadi film yang menginspirasi banyak orang. Film ini akan menjadi bukti bahwa melalui persahabatan dan ketahanan mental, setiap orang dapat melewati masa-masa tersulit dalam hidup mereka.