Special Plan: Ini kata Mensos terkait pemutakhiran DTSEN

Ini Kata Mensos Terkait Pemutakhiran DTSEN

Kota Bandarlampung menjadi tempat Saifullah Yusuf, Menteri Sosial, memberikan penjelasan mengenai strategi pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, data yang lebih akurat dapat dihasilkan jika proses pemutakhiran dimulai dari tingkat desa dan kelurahan. “Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya perangkat desa dan lingkungan setempat,” ujar Mensos saat diwawancara di Bandarlampung, Sabtu.

“Pembaruan DTSEN ini akan lebih tepat jika dimulai dari tingkat desa dan kelurahan. Contohnya, hari ini kami telah melakukan penyesuaian data di Kota Bandarlampung bersama BPS, serta fokus pada Sekolah Rakyat untuk memastikan perbaikan data dilakukan secara bersama,” tutur dia.

Dalam upaya memperkuat proses pemutakhiran, Mensos menekankan pentingnya melibatkan sumber daya manusia di tingkat desa, seperti operator data, RTRW, dan elemen lain di lingkungan setempat. “Kerja sama dengan pilar sosial kami, seperti pendamping Program Keluarga Harapan, akan mempercepat keakuratan data,” tambahnya.

“Salah satu program strategis Presiden yang harus dijalankan adalah memastikan data sosial ekonomi benar-benar tepat. Tujuannya agar bantuan sosial dapat sampai ke penerima yang benar-benar membutuhkan. Selain itu, bantuan tersebut juga harus diiringi pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan melalui Sekolah Rakyat,” ujar Mensos.

Mensos juga menjelaskan bahwa proses pemutakhiran data menjadi penting karena masih ada penerima bantuan yang belum sesuai kriteria. “Di Kota Bandarlampung, sebagian data belum tepat sasaran karena belum diperbarui. Saat ini, kita sedang mengerjakan penguasaan digitalisasi penyaluran bantuan untuk mengetahui persentase akurasi,” katanya.

“Kami sedang mencoba memperbaiki hal ini. Pemutakhiran bersama-sama dengan pihak terkait di lapangan, lalu mengalihkan ke penerima yang memenuhi syarat. Ini adalah bagian dari upaya memperbaiki sistem secara jujur dan transparan,” tambahnya.

Menurut Mensos, seluruh proses konsolidasi data akan terus dilakukan. Dengan adanya operator data di tingkat kelurahan dan desa, perubahan data bisa langsung diperbarui setiap saat dan dikirim ke Badan Pusat Statistik. “Verifikasi dan validasi akan dilakukan oleh BPS, lalu data akan disajikan dalam bentuk pemeringkatan desil 1-10,” ujarnya.

Ads
RumahBerkat - Post

Mensos menegaskan bahwa desa dan kelurahan, sebagai tingkat terdekat dengan masyarakat, sangat penting dalam memastikan data tetap dinamis. “Mereka yang paling mengerti perubahan data, seperti kelahiran, kematian, perpindahan rumah, atau pernikahan, karena setiap hari ada perubahan,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pemutakhiran data. “Masyarakat bisa mengusulkan atau menyanggah siapa yang layak menerima bantuan sosial,” ujar dia.