Kiat bagi orang tua cegah campak pada bayi yang belum bisa divaksin

Ads
RumahBerkat - Post

Kiat Orang Tua untuk Mencegah Penyebaran Campak pada Bayi Belum Bisa Divaksin

Jakarta, Sabtu – Seorang dokter spesialis anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A, Subsp. Neuro (K), yang aktif dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memberikan saran efektif bagi orang tua agar dapat mengurangi risiko infeksi campak pada bayi yang belum memenuhi syarat usia untuk menerima vaksin. Ia menekankan pentingnya upaya-upaya pencegahan yang bisa dilakukan sehari-hari.

Langkah Pemeliharaan Kesehatan

Dokter Attila menjelaskan bahwa salah satu cara utama adalah meminimalkan kemungkinan bayi terpapar virus. Hal ini dapat dicapai dengan rutin mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan. “Orang tua sebaiknya terbiasa membersihkan tangan secara teratur, bahkan saat tidak sedang sakit, karena virus campak mudah menyebar melalui percikan air liur,” ujarnya dalam wawancara cegat di Jakarta.

Vitamin D sebagai Pendukung Imunitas

Dalam rangka meningkatkan daya tahan tubuh, Dr. Attila merekomendasikan pemberian asupan vitamin D sesuai panduan medis. Vitamin ini berperan penting dalam memperkuat sistem kekebalan, sehingga bayi lebih siap melawan infeksi. “Kalau rutin memberikan satu tetes vitamin D per hari, sekitar 400 IU, maka kemungkinan kekebalan tubuhnya akan lebih baik,” tambahnya.

Strategi Tambahan untuk Kekebalan Komunitas

Sebagai penunjang tambahan, orang tua atau penghuni rumah yang tinggal bersama bayi dapat menerima vaksin MMR untuk mendorong imunitas kelompok. Hal ini sangat bermanfaat jika orang dewasa tidak yakin status vaksinasi masa kecilnya lengkap. “Vaksin MR untuk orang dewasa bisa diberikan kapan saja, terutama jika ada ketidakpastian mengenai riwayat imunisasi sebelumnya,” jelas dokter tersebut.

Ads
RumahBerkat - Post

Data Penyebaran Campak di Tahun 2026

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hingga minggu ke-14 tahun 2026, terdapat 16.912 kasus campak. Angka ini meningkat drastis sepanjang awal tahun, mencapai puncak 2.220 kasus di minggu pertama. Selanjutnya, pada minggu ke-11, tercatat 58 KLB (Kasus Luar Biasa) campak yang menyebar di 39 kabupaten/kota di 14 provinsi.

“Kalau sudah memberikan vitamin D tiap hari, satu tetes yang identiknya 400 IU harusnya lebih kuat daya tahan tubuhnya,” kata dokter Attila.