Important Visit: BPIP apresiasi budaya masyarakat Badui tak rusak lingkungan

Ads
RumahBerkat - Post

BPIP Apresiasi Budaya Masyarakat Badui Tak Merusak Lingkungan

Lebak, Banten – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan apresiasi terhadap budaya masyarakat Badui di daerah pedalaman yang berhasil menjaga kelestarian lingkungan. “Kami sangat menyadari betul bahwa dalam perayaan Seba, masyarakat Badui berkomitmen menjaga hutan serta alam,” ujar Direktur Pengendalian BPIP, Mukhammad Fahrurozi, setelah menghadiri acara tersebut di Lebak, Sabtu.

Seba Menjadi Tren Lingkungan yang Bermanfaat

Perayaan Seba tahun ini, yang diadakan di Gedung Pendopo Pemkab Lebak, dianggap menarik untuk diteladani. Budaya Badui, katanya, tidak hanya mempertahankan tradisi tetapi juga berkontribusi pada perlindungan ekosistem. Kehidupan masyarakat Badui, yang tinggal di kawasan Gunung Kendeng, menunjukkan bagaimana nilai-nilai adat mereka terus dilestarikan, termasuk menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Saya kira BPIP lebih berpihak kepada masyarakat Badui dengan konsisten menjaga dan melindungi hutan serta alam,” tambah Fahrurozi.

Masyarakat Badui memiliki luas lahan pemukiman mencapai 5.200 hektare, terdiri dari 2.500 hektare hak garap dan 2.700 hektare hutan lindung serta gunung. Penduduk Badui, sekitar 15.000 jiwa, tinggal di 68 kampung dengan sistem tanah hak ulayat adat. Hingga kini, area hutan dan gunung di Badui tetap aman tanpa adanya pergeseran batas dengan masyarakat luar.

Budayawan: Kepatuhan Lingkungan Jadi Kewajiban Generasi Berikutnya

Budayawan Badui, Santa, menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab masyarakat Badui. “Jika tidak dijaga, pasti akan terjadi malapetaka bencana alam,” katanya. Nilai-nilai adat yang diterapkan secara turun-menurun ini, menurut Santa, melindungi sumber mata air bersih dan jernih.

Ads
RumahBerkat - Post

“Kami menjaga alam ini sudah ditanamkan kepada anak-anak agar tidak merusak leluhur, karena titipan kokolot agar alam itu dilestarikan dan dihijaukan,” tutur Santa.

BPIP menganggap kebiasaan masyarakat Badui sebagai contoh baik yang perlu diikuti. Dengan menjaga keseimbangan alam, mereka memberikan manfaat luas bagi manusia dan ekosistem lainnya, termasuk flora serta fauna. Konsistensi ini menjadi inspirasi bagi pemerintah untuk bersinergi dalam menjaga lingkungan tetap hijau dan lestari.