Wamenpar harap lulusan Poltekpar jadi pelopor pariwisata berkelanjutan
Daftar Isi
Lulusan Poltekpar Makassar Didorong Menguatkan Pariwisata yang Berkelanjutan
Atapkitadonasi.com – Pengembangan pariwisata Indonesia membutuhkan tenaga profesional yang tidak sekadar mampu melayani wisatawan, tetapi juga memahami dampak jangka panjang dari setiap kegiatan di destinasi. Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa kepada para wisudawan Politeknik Pariwisata Makassar, Sabtu.
Dalam kesempatan wisuda itu, Ni Luh menekankan pentingnya peran lulusan pendidikan vokasi pariwisata dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan lingkungan, pelestarian budaya, dan kesejahteraan masyarakat lokal. Para lulusan diharapkan tampil sebagai penggerak yang membawa pendekatan berkelanjutan ke dunia kerja.
“Dalam membangun pariwisata Indonesia, terapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap karya. Pastikan kontribusi tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi, juga melestarikan alam, merawat budaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Wamenpar Ni Luh.
SDM kompeten untuk sektor yang terus tumbuh
Kebutuhan akan sumber daya manusia pariwisata yang memiliki keterampilan dan daya adaptasi semakin besar sejalan dengan aktivitas perjalanan yang terus meningkat. Pada 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Perjalanan wisatawan nusantara juga mencapai 1,20 miliar, sementara devisa sektor pariwisata tercatat sebesar 18,27 miliar dolar Amerika Serikat.
Momentum tersebut berlanjut pada enam bulan pertama 2026. Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta kunjungan, tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dalam periode tersebut, perjalanan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 630,41 juta, dengan devisa pariwisata senilai 8,43 miliar dolar AS.
Angka-angka itu menunjukkan besarnya potensi industri pariwisata sekaligus memperlihatkan kebutuhan akan pengelolaan yang cermat. Pertumbuhan kunjungan perlu diterjemahkan menjadi manfaat yang menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk pelaku usaha lokal, pekerja pariwisata, dan komunitas di sekitar destinasi.
Ni Luh memandang para lulusan Politeknik Pariwisata sebagai bagian dari generasi baru SDM pariwisata. Mereka diharapkan mampu menghadirkan layanan berkualitas, memahami dinamika industri, serta membantu memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.
“Pariwisata masa depan bukan hanya tentang jumlah kunjungan, tetapi, juga bagaimana menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Karena itu, lulusan Politeknik Pariwisata diharapkan tidak hanya terampil, tetapi, juga tangguh, adaptif, berintegritas, dan mampu berkomunikasi lintas budaya,” tutur Wamenpar.
Menjaga budaya sambil terbuka pada perubahan
Memasuki dunia profesional, lulusan pariwisata menghadapi industri yang bergerak cepat. Perubahan teknologi, pola perjalanan, kebutuhan tamu, hingga standar layanan menjadi bagian dari tantangan yang harus direspons dengan kesiapan belajar. Kemampuan menerima evaluasi, memperbarui pengetahuan, dan mengikuti perkembangan teknologi dinilai menjadi modal untuk bertahan sekaligus berkembang.
Namun, kesiapan menghadapi dunia global tidak berarti meninggalkan karakter lokal. Ni Luh mengaitkan pesannya dengan nilai masyarakat Sulawesi Selatan, yakni sipakainge, sipakatau, dan sipakalebbi. Nilai tersebut mengajarkan semangat saling mengingatkan untuk kebaikan, memperlakukan sesama secara manusiawi, serta menjaga rasa hormat.
Dalam konteks pariwisata, nilai-nilai itu dapat memperkuat budaya keramahan yang menjadi salah satu daya tarik Indonesia. Sikap menghargai, kemampuan membangun komunikasi, dan kesediaan memahami perbedaan merupakan unsur penting ketika tenaga pariwisata berhadapan dengan wisatawan maupun rekan kerja dari beragam latar belakang.
Para lulusan juga diminta tetap berpijak pada akar budaya. Identitas daerah dan kearifan lokal dapat menjadi kekuatan ketika mereka bekerja di tingkat nasional atau internasional. Menjadi insan global, kata Ni Luh, bukan berarti melepaskan jati diri, melainkan membawa unsur terbaik dari budaya sendiri agar dapat memberi nilai bagi dunia.
“Jangan terburu-buru mengukur perjalanan sendiri dengan orang lain. Sebagaimana ketangguhan kapal Pinisi mengarungi samudra dunia, jadilah nakhoda-nakhoda andal yang membawa sektor kepariwisataan Indonesia semakin maju dan berdaya saing global,” ujar Wamenpar.
603 lulusan dan akses menuju dunia kerja
Politeknik Pariwisata Makassar meluluskan 603 wisudawan dan wisudawati dari program Diploma III serta Sarjana Terapan atau Diploma IV. Kelulusan ini menjadi awal perjalanan profesional bagi para peserta didik yang telah menempuh pendidikan di bidang pariwisata dan perhotelan.
Direktur Politeknik Pariwisata Makassar Herry Rachmat Widjaja menyampaikan bahwa kampus terus berupaya mempertemukan lulusan dengan kebutuhan industri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah Job Fair Politeknik Pariwisata Makassar pada 27–28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menyediakan 307 posisi pekerjaan dari berbagai mitra industri.
Data penyerapan lulusan menunjukkan perkembangan positif. Sebanyak 122 lulusan telah bekerja secara aktif di sejumlah sektor industri. Selain itu, 374 lulusan tercatat aktif mengikuti bursa kerja dan memanfaatkan pameran lowongan untuk mencari posisi yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Jalur karier lulusan tidak hanya terbatas pada bekerja di perusahaan atau institusi pariwisata. Sebanyak 19 lulusan telah membangun usaha sendiri sebagai wirausahawan mandiri. Sementara itu, 25 lulusan memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Ragam pilihan tersebut mencerminkan luasnya ruang kontribusi lulusan pariwisata. Mereka dapat berperan sebagai tenaga profesional, pencipta lapangan kerja, maupun pelajar yang memperdalam keahlian. Dengan prinsip keberlanjutan sebagai landasan, kontribusi tersebut diharapkan turut membangun pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wamenpar harap lulusan Poltekpar jadi pelopor?
Wamenpar harap lulusan Poltekpar jadi pelopor is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wamenpar harap lulusan Poltekpar jadi pelopor matter?
Wamenpar harap lulusan Poltekpar jadi pelopor matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.