Javier Zanetti: peluang Inter Milan untuk rekrut Nico Paz sangat kecil
Historic Moment – Kabar tentang keinginan Inter Milan mendatangkan Nico Paz mulai mereda, dengan Javier Zanetti, wakil presiden klub Serie A, menyatakan bahwa peluang timnya merekrut pemain berbakat asal Argentina ini terbilang tipis. Dalam wawancara yang dilakukan oleh Sport Mediaset, Zanetti mengungkapkan bahwa pemain 21 tahun tersebut kemungkinan besar akan kembali ke Real Madrid pada musim panas mendatang. “Saya sangat mengagumi Nico Paz, dan ayahnya adalah teman dekat saya. Ia cocok di tim besar mana pun, tetapi menggaetnya tidak mudah. Saya yakin dia akan kembali ke Madrid,” ujar Zanetti, seperti yang dikutip Fotmob pada Kamis. Penjelasan ini memberikan gambaran bahwa Inter Milan harus siap menghadapi tantangan besar dalam mengontrak pemain yang kini berada di Como.
“Saya mengaguminya, dan ayahnya adalah teman baik saya. Dia akan cocuk di tim papan atas mana pun, tetapi merekrutnya itu sulit. Pasti, dia akan kembali ke Real Madrid,” ujar Zanetti.
Nico Paz memang menunjukkan performa luar biasa sepanjang musim ini, yang menjadi alasan Inter Milan tertarik untuk memboyongnya. Gelandang muda ini mencetak 13 gol dari total 39 pertandingan di semua kompetisi, membantu Como naik ke level yang lebih tinggi. Dengan kontribusi signifikan dari Paz, Como mampu bersaing di papan atas Liga Italia, meski sebelumnya hanya menjadi klub promosi. Posisi keenam klasemen Serie A yang dicapai oleh Como sekarang menjadi bukti bahwa pemain asal Argentina ini punya nilai tambah yang signifikan. Namun, meski prestasinya mengesankan, situasi transfernya masih tergantung pada Real Madrid.
Dalam hal ini, Zanetti menyoroti klausul pembelian kembali yang terdapat dalam kontrak transfer Paz ke Como. Klausul tersebut memungkinkan Real Madrid mengambil kembali pemainnya jika memang diperlukan. “Klausul ini menjadi penghalang utama bagi Inter Milan, karena Madrid memiliki kontrol penuh atas masa depan Paz,” tambah Zanetti. Pemain yang diboyong dari Madrid dengan nilai transfer sekitar 6 juta euro ini akan menjadi bahan perdebatan dalam bursa transfer musim panas. Meski Como membutuhkan kehadiran Paz untuk memperkuat tim, Madrid tetap ingin mengembalikannya, terutama karena peluangnya untuk berkiprah di Liga Champions masih terbuka.
Situasi transfer Paz juga mencerminkan persaingan ketat di bursa pemain gelandang. Dengan tampil konsisten di Serie A, ia menjadi target banyak klub, termasuk Inter Milan. Namun, ketertarikan Inter tidak bisa dianggap sebagai ancaman besar bagi Madrid, karena klausul buyback membuat mereka tetap berada di posisi menguasai nasib Paz. Zanetti menyatakan bahwa Inter harus berpikir panjang sebelum membuat langkah yang bisa memicu perselisihan dengan Madrid. “Inter punya ambisi besar, tetapi memperoleh Paz butuh kesabaran dan strategi matang,” jelas wakil presiden tim Serie A tersebut. Dengan demikian, meskipun ada keinginan kuat untuk merekrut pemain muda ini, peluangnya tetap terbatas.
Di sisi lain, kontribusi Nico Paz terhadap Como telah menjadi perhatian publik. Dengan kemampuan teknik dan visi yang tinggi, ia tidak hanya menunjukkan kemampuan individu tetapi juga membantu tim mengubah dinamika pertandingan. Performa ini memperkuat keyakinan bahwa Paz bisa menjadi andalan di level yang lebih tinggi. Namun, tuntutan Real Madrid untuk mengembalikannya tidak bisa diabaikan, terutama karena pemain ini dipandang sebagai bagian dari tim yang akan menghadapi kompetisi sulit. Zanetti menilai bahwa keputusan Madrid akan memengaruhi peluang Inter, karena kontrak dengan klausul buyback membuat mereka punya kendali penuh.
Kabarnya, Real Madrid siap menawarkan kondisi yang menarik untuk memastikan Paz tetap bertahan. Selain itu, klaim bahwa pemain ini akan menjadi bagian dari skuad utama Madrid dalam musim depan semakin menguatkan keyakinan bahwa kepindahannya tidak akan terjadi. Zanetti pun memperkirakan bahwa Inter Milan harus bersabar dan menunggu situasi membaik sebelum mempertimbangkan rencana transfer ini. “Paz adalah talenta muda yang luar biasa, tetapi Real Madrid punya ambisi untuk mempertahankannya,” katanya. Ini menjelaskan bahwa peluang Inter untuk merekrut pemain ini tergantung pada keputusan Madrid.
Sebagai pemain yang dikenal konsisten, Nico Paz bisa menjadi penentu dalam permainan tim. Namun, jika ia kembali ke Madrid, Inter harus mencari alternatif lain di bursa transfer. Zanetti mengatakan bahwa Inter tetap akan melanjutkan upaya memperkuat lini tengah, tetapi Paz bukan prioritas utama. “Meski saya menilai dia penting, Inter punya banyak pilihan lain,” ungkapnya. Dengan demikian, peluang untuk mendapatkan Paz, meski tidak nihil, tetap jauh lebih kecil dibandingkan rencana transfer yang lebih mungkin terjadi. Ini menunjukkan bahwa situasi pasar pemain di musim panas sering kali dipengaruhi oleh keputusan klub besar seperti Real Madrid.
Peluang Inter Milan untuk menggaet Nico Paz akan terus dipantau, terutama setelah bursa transfer musim panas memasuki fase akhir. Meski ada tanda-tanda bahwa Como mungkin akan menjual pemainnya, Madrid dianggap lebih dominan dalam mempertahankannya. Zanetti pun menilai bahwa faktor utama adalah hubungan antara ayah Paz dengan tim Serie A, yang mungkin bisa menjadi alasan tambahan bagi Madrid untuk tetap memilikinya. Dengan kata lain, peluang Inter untuk merekrut Nico Paz bukan hanya bergantung pada kemampuan teknik dan mentalnya, tetapi juga pada strategi yang diambil oleh Madrid.
Menurut sumber internal, Inter Milan masih tertarik mengamankan pemain muda ini, meski persaingannya cukup ketat. Dalam bursa transfer, Madrid dikenal punya pengaruh besar, terutama ketika mempertahankan bintang-bintang mereka. Jika Paz benar-benar kembali ke Madrid, Inter harus berfokus pada pemain lain yang bisa mengisi posisi yang sama. Namun, jika klausul buyback tidak diaktifkan, seperti yang diharapkan oleh Como, maka Inter bisa langsung mengambil tindakan. “Kami akan memantau selama bursa transfer berlangsung, tetapi saya pikir Madrid akan mengambil langkah terbaik untuk menemukan solusi,” kata Zanetti.
Secara keseluruhan, Zanetti menegaskan bahwa peluang Inter Milan untuk merekrut Nico Paz tergantung pada keputusan Madrid. Dengan klausul pembelian kembali yang ada, Madrid bisa kembali mengambil pemainnya kapan saja, sehingga Inter harus mempersiapkan opsi yang lebih fleksibel. Pemain yang berusia 21 tahun ini menjadi bahan perdebatan, karena performanya memperlihatkan potensi besar, tetapi keinginan Madrid untuk mempertahankannya masih jelas. Dengan demikian, para penggemar Inter harus siap menerima bahwa rencana transfer ini mungkin tidak akan terwujud, meski mereka masih mengharapkan penampilan hebat dari Paz.