Prabowo: Persatuan dan Jiwa Besar Kunci Keberhasilan Bangsa
Prabowo – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pandangan mendalam mengenai karakteristik bangsa yang sukses dalam membangun kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya. Menurut kepala negara, kunci utama terletak pada kesatuan dan memiliki semangat yang besar. Selama mempelajari sejarah peradaban manusia secara berkelanjutan, ia menemukan prinsip-prinsip fundamental yang diyakini kebenarannya.
Di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada hari Jumat, Presiden menegaskan bahwa bangsa yang mampu meraih kemakmuran adalah bangsa yang bersatu dan memiliki jiwa besar, bukan jiwa yang kecil. Pandangan ini bukan sekadar teori, melainkan hasil dari pembelajaran mendalam tentang perjalanan sejarah umat manusia yang terus ia pelajari hingga saat ini.
Persatuan sebagai Fondasi Kemajuan
Menurut Prabowo, kemajuan suatu bangsa tidak ditentukan oleh kekayaan alam semata, melainkan oleh bagaimana bangsa tersebut mengelola hubungan antarwarganya. Bangsa yang maju adalah bangsa yang tidak dipenuhi oleh dendam, perpecahan, rasa iri hati, dengki, dan kecurigaan yang berkepanjangan di antara berbagai kelompok masyarakat.
Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa cinta tanah air, bangsa, dan negara merupakan fondasi penting untuk menjaga persatuan. Rakyat Indonesia harus menghormati dan mencintai bangsanya sendiri, karena tidak ada bangsa lain yang akan menunjukkan kepedulian lebih besar terhadap Indonesia dibandingkan dengan rakyatnya sendiri.
“Hanya dengan cinta tanah air berarti kita cinta bangsa Indonesia. Kita harus hormati dan cintai bangsa kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita, tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita. Bahkan dari dulu mereka ingin pecah belah kita, devide et impera,” ujarnya.
Tantangan dari Dalam dan Luar Negeri
Prabowo mengingatkan bahwa upaya memecah belah bangsa telah berlangsung sejak masa lalu melalui politik devide et impera. Oleh sebab itu, persatuan perlu terus dijaga dengan kuat. Pengalaman Indonesia yang pernah mengalami penjajahan selama ratusan tahun, penghinaan, serta eksploitasi terhadap kekayaan alamnya menjadi pelajaran berharga.
Hingga saat ini, masih terdapat pihak-pihak tertentu yang memandang rendah Indonesia. Kelompok, bangsa, maupun negara tertentu memiliki rasa iri terhadap kekayaan Indonesia dan memiliki kepentingan untuk mengambil keuntungan dari kekayaan tersebut, termasuk dengan memecah belah Indonesia.
“Ada kelompok-kelompok tertentu, ada bangsa-bangsa tertentu, ada negara-negara tertentu yang iri sama kita, yang iri karena kita kaya, yang memikirkan bagaimana bisa mencuri kekayaan kita, dan kalau bisa Indonesia pecah,” katanya.
Komitmen untuk Rakyat
Prabowo juga menekankan bahwa keberhasilan suatu bangsa sangat ditentukan oleh persatuan kalangan elit dan para pemimpinnya. Para pemimpin harus memiliki sikap legowo atau lapang dada demi kepentingan bangsa yang lebih besar. Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan komitmennya untuk tetap setia kepada rakyat Indonesia dan mengabdikan seluruh tenaga, pikiran, serta energi yang dimilikinya untuk bangsa dan negara.
Selain itu, Presiden menyatakan tidak akan menyerah ketika kepentingan rakyat terancam, terutama terkait upaya mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Pemenuhan kebutuhan pangan merupakan syarat penting bagi keberhasilan suatu negara. Prabowo menyatakan bahwa ia tidak rela rakyat Indonesia miskin dan tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar.
“Apapun segelintir elit di Jakarta berpendapat bahwa perut lapar itu tidak penting, saya berbeda. Ada rakyat Indonesia yang lapar itu penting bagi saya,” kata Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri. Alhamdulillah, Indonesia sekarang mampu memberi pangan untuk rakyatnya sendiri, yang menjadi bukti nyata kemajuan bangsa ini.