Indonesia

Visit Agenda: Bung Ferry kecewa laga Persija vs Persib gagal digelar di Jakarta

Bung Ferry kecewa laga Persija vs Persib gagal digelar di Jakarta

Visit Agenda – Jakarta – Ketua panitia pelaksana laga Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam setelah pertandingan antara Macan Kemayoran melawan Persib Bandung tidak bisa diadakan di kota Jakarta. Keputusan ini diambil setelah PSSI dan liga I.League memindahkan pertandingan ke Stadion Segiri di Samarinda, Kalimantan Timur. “Sangat kecewa, padahal kita sudah berusaha bekerja sama dengan Jakmania untuk menunjukkan bahwa suporter kita sudah cukup baik. Mungkin selama musim ini kita tidak pernah mengalami kejadian signifikan yang membuat pihak liga merasa cemas,” jelas Bung Ferry saat diwawancara media, termasuk ANTARA, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu.

Laga yang seharusnya berlangsung di Jakarta pada Minggu (10/5) sekarang harus digelar di Samarinda. Pemindahan ini terjadi karena kepolisian tidak memberikan izin keramaian. Ferry menjelaskan bahwa pihak kepolisian menyampaikan alasan kekhawatiran terkait gangguan keamanan setelah perayaan Hari Buruh 1 Mei. “Mereka mengatakan ada indikasi bahwa setelah May Day, kemungkinan besar akan ada kejadian serupa. Jadi, mereka jadi lebih hati-hati,” tambahnya.

Dalam penjelasannya, Ferry menyebutkan bahwa kejadian di Bandung menjadi faktor pendorong keputusan tersebut. Saat itu, sekitar ratusan orang ditangkap, membuat pihak kepolisian menganggap Jakarta sebagai daerah yang berpotensi rawan. “Mungkin dari hasil interogasi mereka memutuskan Jakarta lebih rentan. Jadi, akhirnya laga dipindahkan ke Samarinda,” ujarnya.

Pertimbangan Lain untuk Venue

Sebelum memutuskan menggunakan Stadion Segiri, Ferry mengatakan liga memberikan dua pilihan alternatif, yaitu Stadion Jepara di Jawa Tengah atau Stadion Surabaya. Ia memilih Surabaya karena akses ke Bandara Juanda Sidoarjo yang dianggap lebih mudah. “Kita sudah berkoordinasi dengan panitia pelaksana Persebaya dan Bonek Mania. Semuanya menjanjikan kesiapan untuk membantu pertandingan di Surabaya,” katanya.

Tetapi, pilihan Surabaya kemudian dibatalkan setelah informasi bahwa jika pertandingan tetap diadakan di Pulau Jawa, tidak akan ada penonton yang hadir. “Saya tanya ke pihak Surabaya, ‘Jika laga tetap di Jakarta, apakah akan ada penonton?’ Mereka menjawab tidak. Jadi, akhirnya kita harus pindah ke Bali,” jelas Bung Ferry.

Bali menjadi opsi terakhir setelah Stadion Kapten I Wayan Dipta tidak bisa digunakan karena sudah direncanakan untuk menyambut Borneo FC. “Setelah mengecek jadwal, Stadion Dipta akan dipakai Bali United melawan Borneo FC satu hari setelah laga Persija vs Persib. Jadi, pilihan akhir jatuh ke Samarinda,” tambahnya.

“Kalau kita pakai tanggal 10 Mei, mereka nggak bisa. Ada OT (official training). Nah, saya tanya sama pihak Bali, ‘Kalian tanding sama siapa?’ Tanding sama Borneo. Oh, berarti Borneo nggak dipakai stadionnya? Itulah pertimbangan saya untuk coba kontak Borneo,” ujarnya.

Kerugian dari perpindahan venue ini, menurut Ferry, tidak hanya terjadi secara finansial. Namun, dampak besar juga dirasakan oleh suporter yang kembali tidak bisa melihat tim kesayangannya berlaga melawan musuh bebuyutan Persib di Jakarta setelah tujuh tahun. “Kami kecewa, tapi memang harus dipikirkan. Kita harus membuat jadwal yang tidak memaksakan pertandingan Persija-Persib di bulan-bulan krusial seperti ini,” tuturnya.

Dari sisi finansial, pihak Persija mengalami kerugian karena memindahkan pertandingan ke Samarinda. Biaya operasional meningkat, sementara pendapatan dari tiket dan sponsor terdampak. Selain itu, ketiadaan penonton di Jakarta mengurangi pengalaman berharga bagi para suporter yang sudah lama menantikan pertemuan antara kedua tim. “Ini seperti pemborong kekecewaan, karena pertandingan besar seperti ini seharusnya bisa dinikmati oleh pendukung di kota asal kita sendiri,” ujarnya.

Histori dan Makna Laga Persija vs Persib

Laga Persija vs Persib di Jakarta memiliki makna khusus bagi penggemar kedua tim. Sebelumnya, pertandingan ini kerap menjadi momen paling dinanti karena pertarungan antara dua klub yang saling bersaing sejak lama. Terakhir kali pertemuan berlangsung di Jakarta adalah pada tahun 2019, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, yang berakhir dengan skor 1-1. “Kami selalu berharap pertandingan ini bisa digelar di Jakarta, karena itu adalah rumah bagi tim kita,” kata Ferry.

Kerugian ini membuat Bung Ferry mengingatkan bahwa ke depannya perlu ada perencanaan lebih matang. “Kita harus memikirkan jadwal pertandingan yang tidak memaksakan pertemuan Persija dan Persib di waktu-waktu yang berpotensi menyebabkan kericuhan. Ini bukan pertandingan biasa, tapi sangat strategis bagi perjuangan kita mencapai target juara,” ujarnya.

Secara teknis, laga yang akan berlangsung di Samarinda menjadi satu-satunya opsi untuk menghindari risiko keamanan. Meski demikian, Ferry tetap berharap ada kemungkinan lain. “Kami masih membuka ruang untuk negosiasi, apakah ada waktu lain di luar Mei atau jadwal yang bisa disesuaikan,” katanya. Namun, menurutnya, semua pertimbangan harus berdasarkan keamanan.

Posisi Kedua Tim di Klasemen

Sejauh ini, Persija berada di posisi ketiga dalam klasemen sementara dengan 65 poin, sedangkan Persib berada di puncak dengan selisih tujuh poin. Meski ada jarak, Ferry menyatakan Persija masih memiliki peluang untuk menjadi juara. “Yang paling penting adalah jika kita bisa mengalahkan Persib di laga nanti, serta Borneo gagal menang melawan Bali United di laga terakhir,” katanya.

Dengan tiga pertandingan tersisa, Persija diharapkan mampu meraih hasil maksimal. Jika sukses menang di Samarinda dan juga memastikan Borneo tidak menang, maka mereka bisa mendekati posisi Persib. “Tapi kalau masih ada kejadian di Jakarta, mungkin skenario ini akan lebih sulit,” ujar Ferry.

Menurutnya, laga antara Persija dan Persib memang menjadi penentu untuk klasemen akhir. “Kalau laga ini di Jakarta, mungkin banyak penggemar yang datang. Tapi sekarang, semuanya harus diakali,” katanya. Ferry berharap ke depannya, liga bisa memperhitungkan perasaan suporter dan kondisi keamanan secara lebih serius.

Pertandingan nanti akan menjadi ujian bagi Persija, tidak hanya dari segi kinerja tim, tetapi juga dari persiapan fisik dan mental. “Kami sudah melakukan evaluasi, memastikan semua aspek siap. Jadi, jika ada kesempatan, kami akan berusaha menang,” kata Ferry. Meski demikian, ia mengakui kekecewaannya terhadap keputusan memindahkan laga ke Samarinda.

Sementara itu, suporter Jakarta, terutama Jakmania, menganggap keputusan ini sebagai bentuk kehilangan momentum. “Laga ini bisa menjadi salah satu momen terbaik musim ini, karena kedua tim saling melengkapi dan kompetitif. Tapi sekarang, kita harus bersabar,” ujarnya. Ferry juga berharap, se

Indah Kurniawan

Indah Kurniawan berfokus pada penulisan konten edukatif tentang donasi online, filantropi, dan tren kebaikan digital. Di atapkitadonasi.com, Indah menyusun artikel berbasis riset ringan dan referensi tepercaya agar pembaca mendapatkan pemahaman yang utuh sebelum berdonasi. Ia percaya bahwa informasi yang benar dapat mencegah kesalahan dan meningkatkan dampak sosial.