Humaniora

New Policy: Khofifah minta guru bina karakter siswa ADEM Repatriasi

Khofifah Harapkan Guru dan Sekolah Membentuk Karakter Peserta ADEM Repatriasi 2026

New Policy – Surabaya, Jawa Timur, menjadi pusat perhatian dalam acara penyambutan dan pembekalan 120 peserta Program ADEM Repatriasi Tahun 2026. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan pentingnya pembinaan karakter bagi para siswa yang akan menempuh pendidikan di berbagai sekolah di daerah ini. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengingatkan bahwa pendidikan memiliki peran ganda, yaitu memberikan pengetahuan serta membentuk sifat-sifat penting seperti kejujuran dan disiplin.

“Mereka adalah putra dan putri Anda. Jangan hanya melihat mereka sebagai murid, tetapi bimbing, bina, dan kuatkan karakter mereka. Pendidikan bukan hanya tentang pembelajaran, tetapi juga membentuk kepribadian yang tangguh,” ujarnya di Sidoarjo, Kamis.

Khofifah menyatakan bahwa program ini adalah bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di luar negeri. Dengan adanya ADEM Repatriasi, para siswa yang kembali ke Tanah Air akan memiliki kesempatan untuk berkembang secara akademik dan karakteristik sesuai standar nasional. Ia juga menekankan bahwa Jawa Timur, sebagai Bumi Majapahit, memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa persatuan dan kebanggaan nasional.

Dalam pidatonya, Khofifah mengajak para peserta untuk menjadikan Indonesia sebagai identitas utama mereka. “Cintailah Tanah Air dan kibarkan Merah Putih setinggi-tingginya. Jawa Timur adalah rumah kalian, dan masa depan bangsa ini tergantung pada kalian,” pesannya. Ia memotivasi para siswa untuk menjaga disiplin, memanfaatkan peluang belajar dengan optimal, serta siap menjadi generasi penerus yang berintegritas.

Program ADEM Repatriasi: Langkah Pemerintah untuk Kesejahteraan Pendidikan

Program ADEM Repatriasi merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang adil kepada anak-anak WNI yang selama ini tinggal di luar negeri. Dengan memulangkan mereka ke Jawa Timur, pemerintah berharap para siswa dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih baik, sekaligus terlibat dalam kehidupan sosial dan budaya lokal. ADEM, singkatan dari Afirmasi Dini Pendidikan Menengah, diperkenalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di Indonesia.

Khofifah mengatakan bahwa peran guru dan kepala sekolah sangat krusial dalam proses pembentukan karakter siswa. “Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan peserta didik tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” tambahnya. Ia menekankan bahwa karakteristik yang dibina selama masa pendidikan akan memengaruhi prestasi mereka di masa depan, termasuk dalam dunia akademik dan profesional.

Menurut Khofifah, keberagaman suku, budaya, dan agama di Indonesia adalah kekuatan yang mesti dijaga. “Karena itu, selalu ingat bahwa kita hidup di sebuah negara yang hebat, yang berdiri di atas keberagaman. Jangan pernah merasa menjadi orang asing,” katanya. Pidato ini mengingatkan para peserta untuk menjunjung nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai pondasi persatuan.

Akses Pendidikan dan Proses Penerimaan Peserta ADEM Repatriasi

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa program ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi warga Indonesia yang telah lama tinggal di luar negeri. Sebanyak 120 siswa yang mengikuti ADEM Repatriasi 2026 berasal dari berbagai wilayah, seperti Jeddah Arab Saudi, Johor Bahru Malaysia, Sabah, dan Kuala Lumpur. Beberapa dari peserta asal Kuala Lumpur masih dalam proses administrasi, dan dijadwalkan tiba satu hari setelah acara penyambutan.

“Mulai hari ini, kalian memiliki identitas yang sama, yakni sebagai pelajar Indonesia. Jangan pernah merasa menjadi orang asing. Jawa Timur adalah rumah kalian,” kata Aries.

Aries menjelaskan bahwa penyebaran peserta ke 29 sekolah, yang terdiri atas 18 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di 13 kabupaten/kota, bertujuan memastikan setiap siswa mendapatkan layanan pendidikan berkualitas dan pendampingan optimal. “Pemilihan sekolah ini dilakukan secara terencana agar mereka bisa beradaptasi dengan baik dan berkembang secara maksimal,” ujarnya.

Dalam rangka memperkuat pembinaan karakter, Aries mengimbau kepala sekolah untuk memberikan perhatian khusus kepada para siswa ADEM. “Para guru dan administrator sekolah wajib menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan akademik serta moral,” katanya. Ia juga berharap siswa-siswa ini mampu melanjutkan prestasi alumni ADEM yang telah berhasil meraih kesuksesan melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Pembinaan Karakter: Masa Depan yang Terang untuk Generasi Muda

Khofifah menegaskan bahwa karakteristik kuat adalah kunci untuk meraih kesuksesan di masa depan. “Jika kalian dibina dengan baik, anak-anak ADEM akan menjadi kebanggaan Indonesia. Mereka adalah generasi hebat yang siap melangkah ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya. Dalam konteks ini, pendidikan dilihat sebagai investasi jangka panjang yang mampu membentuk generasi muda yang tangguh.

Program ADEM Repatriasi tidak hanya membantu siswa dalam meraih pendidikan, tetapi juga memperkuat ikatan kebangsaan mereka. Khofifah berharap para siswa dapat menjadikan pengalaman ini sebagai awal dari perjalanan menuju kesuksesan. “Jangan pernah lupa bahwa kalian adalah bagian dari Indonesia. Jawa Timur memberikan ruang untuk tumbuh, dan kalian harus memanfaatkannya sebaik mungkin,” pesannya.

Aries Agung Paewai menambahkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama antara sekolah, guru, dan para siswa. “Kita harus bersinergi dalam memastikan mereka merasa nyaman dan didukung dalam setiap tahap pembelajaran,” ujarnya. Ia juga meminta sekolah untuk memberikan fasilitas dan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan para peserta, terutama dalam adaptasi ke sistem pendidikan lokal.

Dengan jumlah peserta yang relatif besar, program ini memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur. Para siswa akan diarahkan ke sekolah-sekolah yang memiliki keunggulan di bidangnya masing-masing, sehingga mampu mengejar mimpi dan menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan masa depan. “Kalian memiliki masa depan yang cerah. Jangan ragu untuk mengejar tujuan besar,” pungkas Khofifah.

Rina Wibowo

Rina Wibowo fokus pada penulisan konten edukasi donasi dan inspirasi berbagi. Melalui artikelnya di atapkitadonasi.com, ia membantu pembaca memahami berbagai bentuk bantuan sosial serta cara menyalurkannya secara tepat. Rina percaya bahwa informasi yang jelas dapat mendorong lebih banyak orang untuk berbuat kebaikan.