Pertanian Perkotaan Jadi Strategi Utama Jaktim Perkuat Ketahanan Pangan
New Policy – Jakarta – Kota Administrasi Jakarta Timur (Jaktim) kembali menunjukkan komitmen dalam mengembangkan pertanian perkotaan sebagai solusi untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Program ini dianggap sebagai bagian penting dari upaya membangun sistem pangan yang lebih resilien, terutama di tengah tantangan ruang terbatas dan urbanisasi yang terus meningkat. Dalam upayanya, pemerintah setempat tidak hanya memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, tetapi juga memastikan adanya pendampingan yang intensif kepada masyarakat.
Komitmen Dibuktikan dengan Prestasi di Festival Urban Farming
Hasil nyata dari inisiatif tersebut terlihat saat Jaktim meraih penghargaan dalam Festival Urban Farming Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta Pusat, pada 4-5 Juli. Acara ini menjadi bagian dari Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026, dan Jaktim berhasil menyabet Juara I di kategori Lomba Hasil Panen Terbaik. Prestasi ini sekaligus menambah daftar rekor MURI yang berhasil dicapai oleh kota ini, berkat penampilan lebih dari 25 jenis hasil panen yang menunjukkan keberagaman dan kualitas produksi.
“Pemerintah Kota Jakarta Timur terus mendorong penguatan program urban farming melalui pembinaan kelompok tani dan penggiat pertanian perkotaan, pendampingan kepada warga, serta pengembangan kegiatan yang mendukung peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kota Jakarta Timur, Fauzi, Senin.
Prestasi di festival tersebut menjadi bukti bahwa pertanian perkotaan bukan hanya sekadar kegiatan ekstra, tetapi merupakan strategi berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Dalam lomba, selain Jaktim, beberapa instansi seperti RSUD Cipayung juga memperoleh penghargaan. RSUD Cipayung meraih Juara II di kategori Urban Farming Instansi Pelayanan Kesehatan dan Sosial, menunjukkan peran penting lembaga kesehatan dalam mengintegrasikan pertanian dengan layanan publik.
Urban Farming Sebagai Media Edukasi dan Ekonomi
Fauzi menambahkan bahwa urban farming memiliki peran ganda. Selain menjadi sarana memperkuat ketahanan pangan, program ini juga berfungsi sebagai media edukasi bagi warga dalam mengelola lahan secara produktif dan ramah lingkungan. “Pemanfaatan ruang terbatas di lingkungan permukiman mampu menghasilkan pangan sehat, sekaligus memberi peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat,” jelasnya.
Komitmen terhadap urban farming juga mencerminkan kepedulian pemerintah dalam menciptakan model kota yang lebih berkelanjutan. Selain meningkatkan ketersediaan pangan, program ini memberikan dampak positif terhadap kualitas udara, pengurangan limbah, serta penghijauan lingkungan. Fauzi menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya hasil dari upaya pemerintah, tetapi juga didorong oleh partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Sukses
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong keberhasilan program urban farming. “Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, kelompok tani, PKK, serta masyarakat merupakan modal penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang di kawasan perkotaan,” ujarnya.
“Kerja sama yang terjalin secara intensif memungkinkan pengembangan berbagai aktivitas pertanian, seperti budidaya tanaman, perikanan, peternakan, dan pengolahan hasil pertanian. Sinergi ini membantu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal secara lebih efektif,” tutur Taufik.
Dalam konteks ini, sinergi tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, tetapi juga melibatkan institusi pendidikan, perusahaan, dan organisasi masyarakat. Misalnya, Bank Jakarta Wilayah Jakarta Timur turut berkontribusi dengan memfasilitasi akses pembiayaan bagi kelompok tani yang ingin mengembangkan usaha pertanian perkotaan. Sementara itu, media juga berperan dalam menyebarkan kesadaran masyarakat tentang manfaat program ini.
Masa Depan dengan Pemanfaatan Ruang yang Lebih Strategis
Taufik optimis bahwa urban farming dapat terus dikembangkan untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ketersediaan pangan di tengah dinamika perkotaan. “Dengan kolaborasi yang lebih kuat, kita berharap lebih banyak warga ikut menerapkan pertanian perkotaan di lingkungan masing-masing,” katanya.
Program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu rumah tangga, lansia, atau masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, urban farming dianggap sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada impor pangan, karena produksi lokal dapat menutupi kebutuhan sehari-hari warga. Taufik menyatakan bahwa penghargaan di festival menjadi pengakuan atas upaya yang telah dilakukan, dan ini memotivasi pihak-pihak terkait untuk terus berinovasi.
Pengakuan Terhadap Peran Semua Pihak
Menurut Taufik, keberhasilan Jaktim dalam mengembangkan urban farming tidak terlepas dari kontribusi seluruh pihak. Mulai dari jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, pimpinan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD), camat, lurah, hingga para penggiat pertanian perkotaan yang secara aktif mengawasi dan memberdayakan warga. “Mereka adalah bagian penting dari upaya menyebarkan konsep ini ke berbagai lapisan masyarakat,” katanya.
Taufik juga menyoroti peran media dalam mengangkat isu ketahanan pangan. “Pemberitaan mengenai urban farming membantu masyarakat memahami manfaatnya, termasuk pengurangan biaya hidup dan peningkatan kualitas kehidupan,” imbuhnya. Dengan demikian, Jaktim menggambarkan contoh nyata bahwa keterlibatan semua pihak dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola ruang dengan cara yang produktif dan berkelanjutan.
Seiring dengan itu, Jaktim terus berupaya meningkatkan keberlanjutan program urban farming melalui pendekatan inovatif. Beberapa langkah yang diambil meliputi penyediaan modal usaha, pelatihan teknik pertanian modern, serta pemberdayaan komunitas lokal untuk memastikan keberhasilan jangka panjang. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kota ini berharap dapat menjadi contoh bagus bagi kota-kota lain dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di era perkotaan.