Menghadapi Tantangan: RI intensifkan diplomasi demi keselamatan kapal di Selat Hormuz
RI intensifkan diplomasi demi keselamatan kapal di Selat Hormuz
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) menyatakan bahwa KBRI di Teheran terus berupaya memperkuat hubungan diplomatik dengan pemerintah Iran untuk memastikan jalur laut bagi kapal-kapal Indonesia tetap aman. Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, dalam sesi taklimat media di Jakarta, Jumat. “Dubes kita aktif berkoordinasi dengan pihak Iran serta lembaga terkait mengenai langkah-langkah untuk menjaga keamanan armada negara,” jelas Yvonne.
Iran mengambil langkah menutup akses laut di Selat Hormuz sebagai reaksi terhadap serangan oleh AS dan Israel pada 28 Februari. Tindakan tersebut menyebabkan kenaikan signifikan harga minyak global. Sementara itu, juru bicara Kemlu lainnya, Nabyl A. Mulachela, menambahkan bahwa dengan pemilihan pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, Indonesia optimis akan tercapai suasana perdamaian di kawasan tersebut. “Kita berharap fokus diplomasi bisa segera membawa solusi untuk menenangkan situasi,” ujar Nabyl.
“Pemerintah Indonesia berusaha menjaga keseimbangan dalam berbagai upaya untuk mendinginkan ketegangan di Timur Tengah. Tujuannya adalah de-eskalasi konflik, mengurangi dampak negatif, serta memulihkan jalur komunikasi diplomatik,” kata Nabyl sambil menekankan bahwa kepentingan nasional tetap menjadi prioritas.
Sebelumnya, Iran dilaporkan menjadi korban serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari. Serangan tersebut mengakibatkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, serta ratusan warga sipil, termasuk pejabat tinggi negara. Sebagai balasan, Iran melakukan operasi militer ke berbagai negara tetangga, termasuk menutup secara efektif Selat Hormuz.
Pada Rabu (11/3), Dewan Keamanan PBB mengadopsi Resolusi 2817 yang mengkritik serangan Iran terhadap negara-negara kawasan Timur Tengah. Dalam resolusi tersebut, lembaga internasional menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan, integritas wilayah, dan kebebasan politik Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania. Selain itu, ditegaskan bahwa Iran harus menghentikan ancaman serta tindakan yang mengganggu perdagangan maritim.
Resolusi juga menyoroti serangan terhadap area permukiman dan objek sipil, meminta penghentian segera serta penegakan tindakan-tindakan yang bertujuan menimbulkan ketegangan di kawasan tersebut.
