Bisnis

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel

1a29e444-07a1-4067-ba48-71556f0d8cd6
Foto : Indah Kurniawan - atapkitadonasi.com
Daftar Isi
  1. Kepengurusan Baru GEKRAFS Sulsel Diharapkan Jadi Katalis Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Kepengurusan Baru GEKRAFS Sulsel Diharapkan Jadi Katalis Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah

Atapkitadonasi.com – Makassar, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan nasional setelah pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) periode 2026–2029 berlangsung di atas Kapal Phinisi, kawasan Pantai Losari, pada Jumat (4/9). Acara tersebut menandai dimulainya babak baru bagi organisasi yang berfokus pada pemberdayaan pelaku kreatif di tingkat daerah. Di bawah kepemimpinan Andi Rahmat Manggabarani, kepengurusan baru ini dituntut tidak sekadar menjalankan agenda administratif, melainkan benar-benar menggerakkan roda ekonomi kreatif yang selama ini belum tergarap maksimal di provinsi tersebut.

Sulawesi Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu sentra budaya dan seni di kawasan timur Indonesia. Dari seni pertunjukan tradisional hingga industri kuliner, kerajinan tangan, hingga sektor digital kreatif, potensi yang tersedia sangat luas namun kerap terfragmentasi. Tanpa wadah koordinasi yang kuat, banyak pelaku UMKM kreatif dan komunitas seni beroperasi secara sporadis tanpa akses ke pasar yang lebih besar. Di sinilah peran GEKRAFS Sulsel diharapkan hadir: menjembatani kesenjangan antara potensi lokal dan peluang ekonomi yang nyata.

Komitmen Nasional untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, menegaskan bahwa setiap wilayah di Indonesia menyimpan karakter ekonomi kreatif yang unik dan tidak dapat disamakan satu sama lain. Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Selasa.

“Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif dengan karakter yang berbeda dan GEKRAFS Sulsel diharapkan mampu mengangkat kekuatan lokal dan menghubungkannya dengan pasar yang lebih luas.”

Lukistian menambahkan bahwa provinsi di ujung barat daya Pulau Sulawesi itu memiliki kapasitas ekonomi yang sangat besar. Tantangan utamanya bukan pada ketersediaan bahan baku kreatif, melainkan pada mekanisme dorong yang mengubah potensi mentah menjadi kekuatan ekonomi produktif. Ia menekankan bahwa GEKRAFS harus berfungsi sebagai “rumah bersama” tempat para pelaku kreatif dapat berkarya, tumbuh, dan memperoleh akses pasar yang lebih luas.

“Kita ingin GEKRAFS menjadi rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya, berkembang, dan membuka akses yang lebih luas.”

Harapan terhadap kepengurusan baru juga mencakup peran sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Lukistian menyebut bahwa inovasi ekonomi di Sulawesi Selatan tidak bisa lahir dari satu kelompok saja. UMKM, komunitas seni, generasi muda, hingga pemangku kepentingan pemerintah daerah harus terintegrasi dalam satu ekosistem yang saling memperkuat.

Pelantikan di Kapal Phinisi: Simbol dan Substansi

Pilihan lokasi pelantikan di atas Kapal Phinisi bukan tanpa makna. Kapal Phinisi sendiri merupakan warisan budaya maritim Sulawesi Selatan yang telah diakui secara internasional sebagai simbol kearifan lokal pelayaran. Menempatkan pelantikan organisasi ekonomi kreatif di atas kapal tersebut mengirimkan pesan bahwa identitas budaya lokal menjadi fondasi, bukan sekadar dekorasi, bagi pembangunan ekonomi kreatif daerah. Pantai Losari, yang menjadi latar acara, juga merupakan ikon wisata Makassar dan titik temu antara aktivitas ekonomi informal, seni jalanan, dan interaksi sosial masyarakat.

Andi Rahmat Manggabarani, yang memimpin DPW GEKRAFS Sulsel periode ini, sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah yang diselenggarakan di Makassar pada 25 Mei 2026. Proses pemilihan tanpa kontestasi tersebut mencerminkan konsensus internal organisasi terhadap visi dan kapasitas kepemimpinan yang ditawarkan.

Kekuatan dalam Keberagaman Pengurus

Andi Rahmat sendiri menegaskan bahwa membesarkan GEKRAFS Sulsel bukan tugas satu orang. Ia menilai kekuatan organisasi terletak pada kemampuan seluruh jajaran pengurus untuk bekerja secara kolektif, masing-masing membawa keahlian dan gagasan yang berbeda.

“Kami menilai keberadaan pengurus dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam menjadi modal penting untuk menjadikan GEKRAFS sebagai wadah yang mampu melahirkan gagasan serta program konkret bagi para pelaku ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.”

Pandangan serupa disampaikan oleh Ketua OKK DPP GEKRAFS, Arifin Ihsan Rismansyah, yang mengingatkan pentingnya konsolidasi internal pasca-pelantikan. Baginya, keberagaman latar belakang para pengurus bukan sumber friksi, melainkan bahan bakar intelektual untuk melahirkan gagasan-gagasan baru yang relevan dengan kebutuhan pelaku kreatif di lapangan.

“Teman-teman di Sulsel punya banyak potensi dan kreativitas, tinggal bagaimana kita satukan dalam satu gerakan sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh pelaku ekonomi kreatif.”

Implikasi bagi Ekosistem Ekonomi Kreatif Sulsel

Kepemimpinan baru GEKRAFS Sulsel diharapkan memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha, komunitas kreatif, pemerintah daerah, serta berbagai sektor ekonomi kreatif lainnya. Dalam konteks kebijakan nasional yang semakin mendorong ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan, keberadaan organisasi daerah yang terstruktur dan aktif menjadi prasyarat agar program-program pusat dapat diimplementasikan secara kontekstual di tingkat lokal.

Bagi pelaku UMKM kreatif di Makassar dan kota-kota lain di Sulawesi Selatan, kehadiran DPW GEKRAFS yang operasional berarti adanya kanal formal untuk mengakses pelatihan, pendampingan bisnis, pameran, dan koneksi pasar. Tanpa kanal semacam itu, banyak pelaku kreatif kecil tetap terjebak dalam skala produksi yang sangat terbatas dan tidak mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.

Periode 2026–2029 akan menjadi ujian nyata bagi komitmen tersebut. Keberhasilan atau kegagalan kepengurusan baru ini tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang diselenggarakan, melainkan dari dampak ekonomi konkret yang dirasakan oleh pelaku kreatif di akar rumput Sulawesi Selatan.

Frequently Asked Questions

What is GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi?

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi matter?

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Indah Kurniawan - atapkitadonasi.com

Indah Kurniawan - atapkitadonasi.com

Indah Kurniawan berfokus pada penulisan konten edukatif tentang donasi online, filantropi, dan tren kebaikan digital. Di atapkitadonasi.com, Indah menyusun artikel berbasis riset ringan dan referensi tepercaya agar pembaca mendapatkan pemahaman yang utuh sebelum berdonasi. Ia percaya bahwa informasi yang benar dapat mencegah kesalahan dan meningkatkan dampak sosial.