Program Flagship Ekonomi Kreatif Dorong Pertumbuhan PDB
Key Strategy –
Di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya program flagship yang dirancang untuk meningkatkan kontribusi ekraf terhadap pendapatan domestik bruto (PDB). Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan memastikan sektor ini tidak hanya berkembang, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. “Kita juga punya market opportunity di regional kita yang cukup besar. Jadi harapan kami adalah 17 hingga 21 subsektor (ekraf) ini dalam sekian tahun ke depan itu bisa bangkit,” ujarnya dalam acara Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (tanggal lengkap belum disebutkan).
Program Flagship Fokus pada Penguatan Ekraf
Kemenekraf, kata Menekraf, telah merancang tiga program utama yang bertujuan membangkitkan potensi sektor ekraf. Tiga program tersebut adalah aktivasi desa kreatif, creative hub, dan creative by Indonesia. Setiap program dirancang untuk memfasilitasi akselerasi pertumbuhan bisnis lokal, membantu mereka naik ke level nasional, bahkan global. “Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat ekraf sebagai mesin pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Aktivasi desa kreatif, misalnya, bertujuan mengembangkan potensi lokal melalui pemberdayaan komunitas dan pengembangan produk unggulan dari daerah. Dengan mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) yang bergerak di bidang ekraf, program ini diharapkan mampu membangun ekosistem yang lebih kuat. Sementara creative hub bertujuan menciptakan pusat-pusat kreativitas yang menjadi tempat berkumpulnya pelaku industri, desainer, dan inovator. “Creative hub akan menjadi wadah bagi pengembangan ide-ide inovatif dan kolaborasi antar sektor,” tambahnya.
Program creative by Indonesia, di sisi lain, fokus pada pengembangan kreativitas dengan memperkuat keunggulan produk nasional di pasar internasional. Menekraf menegaskan bahwa program ini tidak hanya menekankan pada kualitas produk, tetapi juga pada pemasaran yang efektif dan strategis. “Dengan memperkuat daya saing produk Indonesia, kita bisa meningkatkan pangsa pasar ekraf di luar negeri,” katanya.
Peluang Pekerjaan di 17 Subsektor Ekraf
Menekraf mengungkapkan bahwa sektor ekraf memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja. Dengan 17 subsektor yang telah ditetapkan, berbagai bidang seperti modifikasi otomotif, teknologi baru seperti blockchain atau kecerdasan buatan, konten digital, dan sulih suara menjadi peluang baru bagi masyarakat. “Peluang ini bisa memberikan solusi bagi masalah pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dalam konteks ini, ia menekankan bahwa teknologi baru menjadi bagian integral dari inovasi ekraf. Misalnya, penggunaan blockchain dalam pengelolaan bisnis kreatif bisa mengurangi risiko penipuan dan meningkatkan transparansi. Sementara kecerdasan buatan (AI) berperan dalam efisiensi proses produksi dan pemasaran. “Kita juga perlu mengembangkan kemampuan digital agar bisa bersaing di era globalisasi,” tambahnya.
Di sisi lain, subsektor seperti konten digital dan sulih suara menunjukkan pertumbuhan signifikan. Menekraf menilai bidang ini memiliki potensi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, terutama dalam konteks transformasi digital. “Dengan memperkuat kompetensi di bidang ini, kita bisa menghadirkan produk-produk kreatif yang unik dan menarik,” ujarnya.
Strategi Nasional dan Kebijakan Ekraf
Menekraf menegaskan bahwa sektor ekraf menjadi bagian dari visi pembangunan nasional, terutama dalam pengembangan Asta Cita yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Dalam konteks ini, ekraf tidak hanya dianggap sebagai sumber pendapatan, tetapi juga sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas. “Kemenekraf juga ditugaskan sebagai satgas percepatan dalam mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.
Kebijakan ekraf dilakukan dalam kerangka kerja yang diarahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Menekraf menyatakan bahwa kementerian ini berperan aktif dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. “Kami ingin melibatkan ekraf dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama yang terdampak langsung oleh perubahan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antar sektor dalam mendorong pertumbuhan ekraf. Menurut Menekraf, kerja sama yang solid antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci sukses program-program ini. “Kita perlu membangun ekosistem yang mendukung kreativitas dan inovasi, karena itu merupakan dasar dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Target Pertumbuhan Ekraf dan Dampak Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, Menekraf optimis bahwa sektor ekraf akan menjadi salah satu motor penggerak utama ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa target pertumbuhan ekraf yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu mencapai 8 persen pada tahun 2029, sangat realistis. “Ini adalah target yang kami harapkan bisa tercapai melalui peran aktif dari berbagai pihak,” ujarnya.
Menekraf juga menekankan bahwa penguatan ekraf tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi masyarakat dan sektor swasta. Ia mengatakan bahwa selain memberikan peluang ekonomi, program ini juga bertujuan mengubah mindset masyarakat untuk lebih menghargai kreativitas sebagai bentuk penghasilan. “Masyarakat perlu sadar bahwa kreativitas bisa menjadi jalan untuk memperkuat ekonomi nasional,” jelasnya.
Menurut Menekraf, keberhasilan program flagship akan terlihat dalam beberapa tahun mendatang. “Dengan menjaga komitmen dan keberlanjutan, kami yakin ekraf akan berkontribusi lebih besar dalam PDB,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa ekraf mampu menjangkau pasar internasional karena memiliki keunikan dan daya saing yang tinggi. “Kita perlu memperkuat daya tarik produk-produk ekraf agar bisa diakui di tingkat global,” ujarnya.
Peran Ekraf dalam Transformasi Ekonomi
Menekraf menjelaskan bahwa sektor ekraf tidak hanya menghadirkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi struktural dalam pembangunan ekonomi. Dalam perannya sebagai mesin pertumbuhan, ekraf diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sektor-sektor tradisional yang sudah stagnan. “Ekraf bisa menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia di pasar global,” ujarnya.
Di samping itu, ia menekankan bahwa ekraf juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan menciptakan lapangan kerja yang menjanjikan, sektor ini membuka peluang bagi individu untuk meningkatkan penghasilan dan memperbaiki kesejahteraan. “Kita perlu memastikan bahwa ekraf bisa memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat,” jelasnya.
Menekraf berharap program-program flagship ini menjadi wadah bagi kolaborasi dan inovasi yang bisa menyebar ke berbagai wilayah Indonesia. “Dengan membangun ekosistem yang mendukung, kita bisa melibatkan semua pihak dalam pengembangan ekraf,” katanya. Ia menutup pembicaraannya dengan mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekraf. “Ekraf adalah masa depan ekonomi Indonesia, dan kita harus berusaha agar bisa mengembangkannya dengan baik,” ujarnya.
Kebijakan ekraf ini diharapkan tidak hanya meningkatkan