Bisnis

Key Strategy: Pertamina bersama Boeing sinergi pengembangan SAF bagi penerbangan RI

Key Strategy Pertamina-Boeing Kembangkan SAF untuk Penerbangan Indonesia

Key Strategy – Jakarta kembali menjadi pusat perhatian dunia penerbangan. PT Pertamina (Persero) dan Boeing Indonesia telah resmi memperkuat hubungan strategis melalui pengembangan Sustainable Aviation Fuel atau SAF. Key Strategy ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap upaya dekarbonisasi sektor penerbangan yang berkelanjutan. Kolaborasi strategis ini menandai babak baru dalam transformasi industri penerbangan Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau.

Simon Aloysius Mantiri, Direktur Utama Pertamina, menekankan bahwa Key Strategy kemitraan strategis dengan Boeing merupakan langkah krusial dalam mempercepat pengembangan SAF. Menurut beliau, bahan bakar ini akan menjadi fondasi utama transformasi industri penerbangan nasional serta memperkuat ketahanan energi negara. Simon menyampaikan pesan penting mengenai tujuan kolaborasi ini dalam berbagai forum industri.

“Kemitraan ini adalah tentang memajukan ekonomi sirkular, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mendukung dekarbonisasi penerbangan global,” kata Simon di Jakarta, Rabu.

Pernyataan tersebut diungkapkan Simon menjelang momen bersejarah, yaitu penandatanganan nota kesepahaman antara kedua perusahaan. Key Strategy ini akan diselenggarakan dalam kerangka Indonesia Aero Summit 2026 yang akan berlangsung di Jakarta. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi nasional dalam pengembangan SAF. Dengan Key Strategy yang tepat, Indonesia dapat menjadi pemimpin regional dalam produksi dan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Simon menjelaskan bahwa SAF saat ini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar solusi untuk menurunkan emisi karbon. Bahan bakar ini kini juga berperan sebagai instrumen penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui diversifikasi pasokan bahan bakar penerbangan. Key Strategy ini menjadi semakin relevan mengingat perubahan kondisi geopolitik global serta gangguan pada rantai pasok energi telah menunjukkan betapa pentingnya membangun sumber bahan bakar alternatif. Pertamina melihat peluang besar dalam Key Strategy ini untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil.

Menurut Simon, industri penerbangan perlu memiliki ketahanan yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan internasional. Boeing dinilai memiliki pengalaman panjang sebagai pelopor dalam pengembangan SAF. Key Strategy perusahaan asal Amerika Serikat ini telah dilakukan penerbangan demonstrasi komersial berbahan bakar campuran nabati sejak tahun 2008. Demonstrasi tersebut dilakukan bersama Virgin Atlantic dan GE Aviation. Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Key Strategy kolaborasi kedua perusahaan.

Keberhasilan demonstrasi tersebut menjadi tonggak penting yang mendorong inovasi, investasi, serta pengembangan industri SAF global. Hal ini mempercepat adopsi bahan bakar penerbangan berkelanjutan di berbagai negara di seluruh dunia. Pertamina meyakini bahwa Key Strategy kolaborasi dengan Boeing akan mempercepat pengembangan teknologi, sertifikasi, serta integrasi rantai pasok SAF. Dengan pendekatan yang terukur, Indonesia dapat mencapai target pengurangan emisi yang ambisius.

Kedua perusahaan optimistis bahwa Key Strategy kolaborasi ini akan membuka peluang membangun jaringan SAF regional di Asia. Hal ini dimungkinkan dengan memanfaatkan keunggulan teknologi Boeing dan infrastruktur energi strategis milik Pertamina secara optimal. Pertamina berharap kemitraan jangka panjang tersebut mampu menciptakan nilai tambah bagi industri, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mendukung target dekarbonisasi penerbangan global secara berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan. Key Strategy ini juga akan membuka peluang ekspor bahan bakar penerbangan berkelanjutan ke pasar internasional.

Komitmen Boeing terhadap Indonesia

Sementara itu, Indra Duivenvoorde, Managing Director Boeing Indonesia, menyampaikan bahwa pihaknya telah bermitra dengan Indonesia selama 77 tahun. Kolaborasi ini mencakup penguatan penerbangan, pertahanan, keberlanjutan, keselamatan, rantai pasok, dan pengembangan talenta penerbangan. Key Strategy jangka panjang ini telah terbukti memberikan manfaat signifikan bagi berbagai sektor industri di Indonesia.

“Kemitraan dengan Pertamina ini merupakan perpanjangan dari komitmen kami. Kami berupaya memajukan masa depan penerbangan berkelanjutan Indonesia dan memperkuat ekosistem SAF di negara ini,” kata Indra.

Indra menjelaskan bahwa Key Strategy kolaborasi Pertamina dan Boeing akan mengidentifikasi bahan baku SAF, mendukung pengembangan kebijakan, dan menjajaki peluang pasar. Langkah-langkah ini dapat membantu membangun rantai nilai penerbangan yang lebih kuat dan tangguh. Boeing juga berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem SAF Indonesia agar menjadi kenyataan. Dengan Key Strategy yang komprehensif, Indonesia dapat menjadi hub produksi SAF terbesar di Asia Tenggara.

“Di Boeing, kami tetap berkomitmen kepada Indonesia, tidak hanya sebagai pasar tetapi sebagai mitra. Mitra dalam membangun kapabilitas, memperkuat ekosistem, dan berinvestasi pada sumber daya manusia,” kata Indra.

Key Strategy ini juga mencakup program pengembangan SDM yang akan mempersiapkan tenaga kerja lokal untuk industri SAF. Dengan investasi berkelanjutan dalam pendidikan dan pelatihan, Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan berkelanjutan. Pertamina dan Boeing yakin bahwa Key Strategy kolaborasi ini akan menjadi model bagi negara-negara lain di kawasan Asia untuk mengembangkan industri bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan.

Tegar Ananda

Tegar Ananda menulis tentang isu sosial, donasi, dan peran individu dalam menciptakan perubahan positif. Melalui atapkitadonasi.com, Tegar menghadirkan konten yang mendorong kesadaran sosial tanpa klaim berlebihan. Ia percaya bahwa setiap orang dapat berkontribusi, sekecil apa pun, jika dilakukan dengan cara yang tepat.