Bisnis

Special Plan: MHU tekan emisi 41 persen di sektor pertambangan lewat hybrid truck-EV

MHU Mampu Mengurangi Emisi 41 Persen di Sektor Pertambangan dengan Teknologi Hibrida dan EV

Special Plan – Jakarta – Perusahaan pertambangan yang merupakan anak usaha dari MMS Group Indonesia, PT Multi Harapan Utama (MHU), berhasil mencatatkan penurunan emisi hingga 41 persen dalam kurun waktu satu tahun, berkat penerapan kendaraan hibrida serta kendaraan listrik (EV) dalam operasionalnya. Capaian ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mencapai keberlanjutan dan mempercepat transisi energi bersih di industri pertambangan. Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin, Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, mengungkapkan bahwa total emisi scope 1 dan scope 2 perusahaan mencapai 275.065,53 ton CO₂e pada 2024, menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dalam lima bulan pertama saja, program hydrum telah menghemat sebanyak 1,22 juta liter bahan bakar dan menghasilkan efisiensi biaya mencapai Rp19,9 miliar,” jelas Kemal.

Transformasi Armada Sebagai Pendorong Utama

Menurut Kemal, pengurangan emisi ini didorong oleh tiga inisiatif utama yang dilakukan secara bersamaan. Inisiatif pertama adalah program hydrum, yang mencakup penggantian armada dump truck dari bahan bakar diesel ke teknologi hibrida. Dengan perubahan tersebut, konsumsi bahan bakar berhasil menurun dari 68 liter per jam menjadi 36,70 liter per jam, menghasilkan efisiensi hingga 46 persen, melebihi target awal sebesar 30 persen. Program ini juga berdampak pada penurunan emisi secara signifikan, menegaskan bahwa inovasi dalam transportasi bisa memberikan kontribusi besar.

Rekayasa Energi Operasional

Inisiatif kedua adalah optimisasi energi operasional melalui sistem pemantauan idle time berbasis data (itimer). Sistem ini memungkinkan perusahaan mengidentifikasi dan mengurangi waktu mesin tidak aktif, yang merupakan penyumbang utama emisi di lingkungan tambang. Capaian dari langkah ini mencapai pengurangan emisi sebesar 82.334 ton CO₂e secara langsung dari proses produksi, menggambarkan perbaikan efisiensi energi yang bisa diukur secara spesifik.

Reklamasi Lahan sebagai Strategi Penyerapan Karbon

Inisiatif ketiga adalah reklamasi lahan setelah kegiatan tambang, yang telah menyerap karbon hingga 273.419 ton CO₂e. Capaian ini tidak hanya melebihi pengurangan emisi dari operasional, tetapi juga menjadi kontribusi terbesar dalam upaya dekarbonisasi MHU. Reklamasi lahan dianggap sebagai metode yang berkelanjutan untuk menekan dampak lingkungan, sekaligus memulihkan ekosistem yang terganggu.

Kombinasi ketiga inisiatif ini menghasilkan total kontribusi pengurangan emisi dan penyerapan karbon sebesar 355.753 ton CO₂e pada 2024. Kemal menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan bisa berjalan sejalan dengan mitigasi perubahan iklim, tanpa mengorbankan efisiensi atau produktivitas. “Transformasi yang dijalankan bukan hanya menurunkan emisi, tetapi juga memastikan setiap langkah dapat diukur secara akurat,” tuturnya.

Komitmen Terhadap Transparansi dan Penghargaan

Capaian MHU dalam penurunan emisi juga diakui oleh lembaga independen melalui penerimaan penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026. Penghargaan ini diberikan kepada korporasi yang mampu mengurangi emisi secara nyata serta mengembangkan sistem pelaporan transparan, terverifikasi, dan bisa dipertanggungjawabkan. MHU menjadi contoh bagus dalam industri pertambangan yang selama ini masih kurang fokus pada pengukuran dan pelaporan emisi.

Transparansi pelaporan emisi MHU tercapai berkat penerapan standar internasional ISO 14064-1, yang mengacu pada panduan IPCC Guidelines. Perusahaan juga secara rutin melaporkan data emisi melalui program Proper Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), yang memastikan seluruh informasi bisa diverifikasi secara mandiri. “Ini menjadi bukti bahwa perusahaan bisa menunjukkan kinerja lingkungan secara objektif,” kata Kemal.

Penyesuaian Teknologi untuk Keberlanjutan Jangka Panjang

Menyambut langkah masa depan, MHU akan terus mempercepat adopsi teknologi rendah emisi, termasuk uji coba dump truck listrik SANY 445 EV di area operasional Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Kendaraan ini memiliki kapasitas motor hingga 460 kW dan baterai 400 kWh, diproyeksikan mampu mengurangi biaya operasional hingga 40 persen dibandingkan kendaraan diesel konvensional. Kemal menilai bahwa penggunaan teknologi ini tidak hanya efisien dari segi bahan bakar, tetapi juga berdampak positif pada keberlanjutan operasional.

Dalam konteks transisi energi global, pencapaian MHU sejalan dengan upaya dekarbonisasi yang digencarkan oleh industri pertambangan. Perusahaan tersebut juga mencatatkan skor 52/100 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) 2025 oleh S&P Global, yang menegaskan peningkatan kinerja ESG di tingkat grup. Skor ini mencerminkan komitmen MMS Group Indonesia untuk mengembangkan praktik bisnis berkelanjutan.

Kemal Djamil Siregar menegaskan bahwa penurunan emisi bukan hanya target jangka pendek, tetapi menjadi strategi bisnis jangka panjang. “Keberlanjutan adalah bagian dari operasional perusahaan, bukan sekadar kepatuhan formal,” ujarnya. Capaian MHU dalam tiga tahun pertama menunjukkan bahwa transformasi lingkungan bisa dilakukan dengan cepat dan terukur, sehingga menegaskan bahwa industri pertambangan mampu menjadi pelaku perubahan iklim yang proaktif.

Implementasi Teknologi untuk Efisiensi dan Kinerja

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kinerja, MHU juga terus mengembangkan teknologi yang mendukung pengurangan emisi. Penerapan dump truck listrik, misalnya, dipercaya bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi polusi udara. Selain itu, penggunaan data untuk memantau efisiensi energi memungkinkan perusahaan melakukan perbaikan berkelanjutan secara terstruktur.

Langkah-langkah yang diambil MHU tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional. Kemal menegaskan bahwa transisi energi bersih tidak hanya mungkin, tetapi bisa menjadi keunggulan kompetitif dalam industri yang kompetitif. “Dengan data yang akurat dan sistem pelaporan transparan, perusahaan bisa menarik investasi dan mitra strategis yang peduli pada lingkungan,” tambahnya.

Dalam jangka panjang, MHU berkomitmen untuk memperkuat sistem berbasis data dalam semua aspek operasional. Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam sektor pertambangan, terutama dalam menerapkan praktik-praktik dekarbonisasi yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan. Kemal menutup wawancara dengan harapan bahwa perusahaan akan terus berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan, sekaligus mempercepat transformasi ekosistem industri pertambangan nasional.

Nadia Ramadhan

Nadia Ramadhan menulis seputar donasi, kepedulian sosial, dan peran masyarakat dalam membantu sesama. Di atapkitadonasi.com, ia menghadirkan artikel yang bersifat edukatif dan reflektif, terutama terkait makna berbagi di bulan-bulan istimewa dan dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, donasi bukan sekadar memberi, tetapi juga memahami dampaknya.