Jaring Delegasi Nasional, Pemprov Banten Gelar MTQ ke-23
Special Plan – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-23 tingkat provinsi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, sebagai bentuk pengembangan bakat peserta didik dalam bidang tilawatil Quran. Acara ini bertujuan untuk mengidentifikasi kafilah terbaik yang akan mewakili Banten pada ajang nasional. Gubernur Banten Andra Soni, dalam sambutannya di Serang, Senin, mengungkapkan harapan bahwa MTQ ini bisa menjadi momentum penting bagi daerah untuk merebut kembali prestasi yang pernah diraih di tingkat nasional.
Komitmen untuk Keberhasilan Nasional
Andra Soni menegaskan bahwa kembali meraih juara umum MTQ Nasional adalah target yang harus diperjuangkan. Ia menekankan pentingnya pembinaan yang terus ditingkatkan melalui lembaga seperti Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten. “Kita pernah meraih juara umum sebelumnya, dan sekarang kita harus berusaha kembali mencapai prestasi tersebut,” kata Gubernur. Menurutnya, kualitas penyelenggaraan MTQ ke depan menjadi penentu keberhasilan dalam mengembangkan potensi peserta di tingkat nasional.
“Pesan kepada Ketua Umum LPTQ agar ke depan MTQ bisa menjadi lebih baik lagi adalah sinyal bahwa prestasi kita di tingkat nasional harus semakin baik,” ujar Andra Soni.
Di sisi lain, MTQ ke-23 ini mendapat dukungan dan apresiasi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengakui komitmen Pemprov Banten dalam menjadikan MTQ sebagai ajang rutin yang tidak terlewatkan. “MTQ ini akan menjadi sarana untuk mendorong umat Islam memahami dan mengamalkan isi Al Quran secara lebih mendalam,” terang Abu Rokhmad. Ia menyoroti peran sinergi antara Gubernur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para bupati dan wali kota dalam memperkuat nilai-nilai agama di tengah masyarakat.
Menurut Abu Rokhmad, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi tetapi juga alat untuk membangun kesadaran tentang pentingnya pendidikan Islam. “Semoga dengan penyelenggaraan MTQ ini, Banten bisa meneguhkan diri sebagai provinsi yang sangat religius dan terus menerapkan prinsip-prinsip Al Quran dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. Kemenag RI mengapresiasi langkah strategis Pemprov Banten dalam mempersiapkan delegasi nasional yang kompeten dan mampu bersaing secara internasional.
Detail Penyelenggaraan MTQ
MTQ ke-23 di Kota Serang akan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (6/7) hingga Jumat (10/7). Event ini melibatkan 14 cabang lomba yang beragam, mencakup Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Hafalan Hadits, Qiraatul Kutub, dan beberapa kategori lainnya sesuai standar nasional. Setiap cabang lomba dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam berbagai aspek ilmu Al Quran.
Menurut rencana, MTQ ini akan menjadi platform untuk melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, serta peserta didik lainnya yang berprestasi. Pemprov Banten berharap melalui acara ini, tercipta generasi Qurani yang mampu mengangkat citra daerah di tingkat nasional. “Pemprov Banten ingin menjaring talenta-talenta unggul yang siap bersinar di MTQ Nasional,” jelas pejabat terkait.
Strategi Pembinaan yang Terstruktur
Pemprov Banten telah membangun strategi pembinaan yang terukur dan berkelanjutan. LPTQ Provinsi Banten, sebagai mitra utama, diberikan peran khusus dalam merancang program pelatihan yang efektif. Gubernur Soni menekankan bahwa penyelenggaraan MTQ harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pengajaran dan pelatihan untuk menghasilkan peserta yang siap menghadapi persaingan tingkat nasional.
Proses seleksi peserta MTQ ke-23 akan berlangsung secara ketat, dengan kriteria yang transparan. Selain itu, Pemprov Banten juga berencana mengadakan pelatihan tambahan sebelum acara utama dimulai. “Kita perlu memastikan bahwa setiap peserta memiliki kemampuan yang optimal,” imbuh Soni. Ia menambahkan bahwa MTQ ini menjadi sarana untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam aktivitas keagamaan sekaligus meningkatkan citra Banten sebagai provinsi yang berkomitmen pada pendidikan Islam.
“MTQ ini akan menjadi wasilah atau sarana untuk menjadikan umat Islam makin memahami dan sekaligus dapat mengamalkan isi Al Quran,” kata Abu Rokhmad.
Dalam penjelasannya, Abu Rokhmad menyoroti bahwa konsistensi Pemprov Banten dalam menyelenggarakan MTQ mencerminkan komitmen yang luar biasa. “Sinergi antara Gubernur, Forkopimda, dan para kepala daerah menunjukkan bahwa pembinaan nilai-nilai Al Quran menjadi prioritas,” ujarnya. Kemenag RI berharap MTQ Banten bisa menjadi contoh yang inspiratif bagi provinsi lain di Indonesia.
MTQ ke-23 di Kota Serang juga diharapkan bisa memperkuat jaringan antar daerah dan membangun ekosistem yang mendukung pengembangan ilmu keagamaan. Dengan melibatkan seluruh tingkat kecamatan, kabupaten, dan kota, acara ini dirancang untuk menciptakan kebanggaan lokal yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan di seluruh provinsi. “Kita ingin menghasilkan delegasi nasional yang mampu mengharumkan nama Banten,” pungkas Soni. Dengan demikian, MTQ ke-23 bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana untuk membangun kebangkitan budaya Islam di Banten.