Sahroni minta polisi usut kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha
Sahroni minta polisi usut kasus kekerasan anak Daycare Little Aresha
Menurut informasi terkini, sebanyak 53 anak yang berusia antara 0 hingga 5 tahun di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, dikabarkan menjadi korban penganiayaan. Polisi menyatakan jumlah anak yang terluka masih bisa bertambah. Kekerasan tersebut diduga terjadi sejak lembaga tersebut beroperasi selama setahun terakhir. Saat ini, Polresta Yogyakarta sedang mengecek saksi-saksi guna memperkuat bukti-bukti yang ada.
Permintaan Sahroni untuk investigasi menyeluruh
Ahmad Sahroni, anggota Komisi III DPR RI, meminta Polda DIY Yogyakarta untuk menyelidiki kasus kekerasan terhadap anak-anak di Daycare Little Aresha. Dalam siaran pers resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu, dia menilai peristiwa ini adalah tindakan kejam yang tidak dapat dibenarkan. “Ini adalah tindakan kejam yang tidak dapat dibenarkan. Saya minta Kapolda DIY memberikan perhatian maksimal pada kasus ini dan memastikan semua pihak yang terlibat, mulai dari pimpinan hingga staf, ditelusuri hingga tuntas,” ujarnya.
“Jika pimpinan yayasan memang seorang aparat penegak hukum, maka dia juga harus diperiksa terkait kejadian ini. Informasi yang beredar menyebut bahwa individu tersebut adalah hakim aktif. Jika benar, saya minta Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung untuk mengambil tindakan, sementara polisi melanjutkan proses pidana,” tegas Sahroni.
Dalam kesempatan ini, Sahroni juga mengingatkan kepolisian untuk meningkatkan pengawasan terhadap operasional daycare di berbagai wilayah. “Daycare seperti ini kini banyak bermunculan, tetapi tidak semua memiliki izin. Oleh karena itu, Unit PPA harus lebih intens mengawasi aktivitas mereka, terutama dalam hal perizinan,” tambahnya.