Finansial

Special Plan: BSI perkuat layanan untuk persiapan operasional cabang di Arab Saudi

BSI Perkuat Layanan untuk Persiapan Operasional Cabang di Arab Saudi

Special Plan –

Jakarta – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperbaiki persiapan operasional kantor cabang luar negeri (KCLN) di Arab Saudi dengan meningkatkan kemampuan layanan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman bertransaksi yang aman, nyaman, serta sesuai dengan kebutuhan jamaah haji dan umrah. Wisnu Sunandar, Corporate Secretary BSI, menjelaskan bahwa tahapan persiapan ini mencakup peningkatan infrastruktur dan memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. “Kami sedang menyempurnakan berbagai aspek kesiapan operasional sebagai bagian dari proses penyaluran layanan BSI di Arab Saudi,” tuturnya dalam siaran pers di Jakarta, Senin.

Komitmen Mendukung Ibadah

Menurut Wisnu, kehadiran BSI di Arab Saudi merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan untuk membangun hubungan layanan keuangan syariah lintas negara. Layanan ini diharapkan mampu menjawab berbagai kebutuhan nasabah secara menyeluruh. “Arab Saudi menjadi pusat ekosistem haji dan umrah global, serta memiliki peran strategis bagi BSI,” ujarnya. Dengan adanya cabang di sana, bank berkomitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia dengan produk dan layanan yang mendukung perjalanan ibadah mereka dari awal hingga akhir.

“Kehadiran kami di sana merupakan wujud komitmen untuk mendampingi masyarakat Indonesia lebih dekat dengan menghadirkan layanan keuangan syariah yang mendukung perjalanan ibadah secara end-to-end, mulai dari tahap persiapan di Indonesia hingga aktivitas selama berada di Tanah Suci,”

Sebelumnya, pada 2024, BSI telah mendapatkan persetujuan awal dari Bank Sentral Kerajaan Arab Saudi (Saudi Arabian Monetary Authority/SAMA) untuk mengoperasikan KCLN. Melalui langkah ini, perusahaan berharap bisa memperluas ekspansi bisnis internasional, sekaligus membentuk dasar ekosistem keuangan syariah yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ibadah umat Islam dunia.

Statistik Kebutuhan Nasabah

Menurut data yang diungkapkan, setiap tahunnya, Indonesia memberangkatkan rata-rata sekitar 203 ribu calon haji. Dari jumlah tersebut, sekitar 170 ribu orang atau 83 persen adalah nasabah BSI. Di sektor umrah, berdasarkan catatan Siskopatuh 2025, sebanyak 1,6 juta masyarakat Indonesia melakukan ibadah umrah. Sebagian besar, yaitu sekitar 84 persen, memanfaatkan layanan BSI. Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap bank tersebut, sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai pelaku utama di ekosistem keuangan syariah untuk haji dan umrah.

Dalam rangka memastikan keberhasilan operasional, BSI melanjutkan kolaborasi dengan BPKH Limited sebagai mitra strategis di Arab Saudi. Kemitraan ini dilakukan untuk menghadirkan booth layanan di beberapa lokasi penting di Makkah dan Jeddah. Booth tersebut bertujuan memberikan informasi, edukasi, serta bantuan langsung kepada jemaah Indonesia. Selain itu, booth ini juga memperkenalkan berbagai solusi keuangan syariah yang memudahkan kebutuhan mereka selama berada di Tanah Suci.

Inisiatif untuk Kelancaran Ibadah

Perseroan juga meluncurkan program “Peduli Lansia” sebagai bentuk perhatian terhadap jamaah lanjut usia. Inisiatif ini berupa pemberian stiker khusus yang disematkan pada jamaah yang memerlukan dukungan tambahan. Stiker ini bertindak sebagai simbol kepedulian perusahaan terhadap kebutuhan khusus masyarakat. “Program ini melengkapi komitmen BSI dalam mendukung kelancaran dan kenyamanan ibadah, terutama bagi jamaah yang membutuhkan perhatian lebih,” jelas perusahaan.

BSI menegaskan bahwa kehadiran di Arab Saudi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan jumlah cabang, tetapi juga memperkaya pengalaman finansial syariah nasional. Dengan menghadirkan layanan yang komprehensif, bank ini ingin menjaga kepercayaan nasabah dan memastikan keberlanjutan operasional di wilayah yang menjadi pusat aktivitas ibadah umat Islam.

Langkah strategis BSI juga mencakup pengembangan infrastruktur yang dibutuhkan untuk menunjang operasional cabang. Wisnu menuturkan bahwa perusahaan sedang menginvestasikan sumber daya untuk membangun sistem yang efisien dan memudahkan akses layanan kepada jamaah. “Pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dari kepatuhan terhadap standar regulasi yang diterapkan di Arab Saudi,” tuturnya.

Secara keseluruhan, BSI berupaya menjadi bagian integral dari ekosistem keuangan syariah global. Dengan kehadiran di Arab Saudi, bank ini ingin meningkatkan kemampuan layanan kepada masyarakat Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara. Wisnu berharap, dalam waktu dekat, BSI dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kebutuhan jamaah haji dan umrah, serta diaspora Indonesia.

Perkembangan Ekosistem Keuangan Syariah

Kehadiran BSI di Arab Saudi dianggap sebagai langkah penting dalam meningkatkan daya saing industri keuangan syariah nasional. Dengan memanfaatkan lokasi strategis tersebut, bank berharap bisa menjawab berbagai permintaan pasar, termasuk layanan keuangan yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan pelaku ibadah.

Perseroan juga menekankan pentingnya membangun ekosistem yang terintegrasi, sehingga jamaah Indonesia dapat menjalani perjalanan haji dan umrah dengan lebih mudah. Dalam konteks ini, BSI berkomitmen untuk memberikan layanan yang inklusif, baik bagi nasabah muda maupun lansia. “Kami terus berinovasi agar layanan dapat menjangkau segala kalangan, terutama yang memerlukan penyesuaian khusus,” tambah Wisnu.

Dengan adanya KCLN di Arab Saudi, BSI memperkuat posisi sebagai bank yang mampu menjembatani kebutuhan finansial masyarakat Indonesia di luar negeri. Ini sejalan dengan visi perusahaan untuk membangun konektivitas layanan keuangan lintas negara, yang diharapkan menjadi pendorong utama dalam pengembangan ekonomi syariah global.

Langkah ini juga mencerminkan upaya BSI dalam merespons dinamika pasar dan permintaan yang semakin kompleks. Dengan menggabungkan teknologi, kepatuhan regulasi, dan pelayanan yang personal, bank ini ingin menciptakan pengalaman transaksi yang optimal. Wisnu menilai, keberhasilan dalam menghadirkan layanan di Arab Saudi akan menjadi fondasi penting bagi ekspansi lebih luas ke negara-negara lain.

Perseroan menegaskan bahwa kehadiran di Arab Saudi adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan dan memperkuat posisi BSI di tengah kompetisi global. Dengan layanan yang terjangkau dan profesional, bank ini ingin menjamin kenyamanan jamaah haji dan umrah, serta mendukung perekonomian syariah Indonesia secara keseluruhan.

Nadia Hakim

Nadia Hakim adalah penulis yang menaruh perhatian pada aspek nilai, etika, dan tanggung jawab dalam berdonasi. Tulisan-tulisannya di atapkitadonasi.com membahas zakat, sedekah, dan amal dari sudut pandang sosial dan moral, dengan bahasa yang tenang dan informatif. Nadia berkomitmen menghadirkan konten yang mendorong kebaikan tanpa menyesatkan pembaca.