Video

Ratusan calon manajer Koperasi Desa jalani Latsarmil

Ratusan Calon Manajer Koperasi Desa Jalani Latsarmil

Pelatihan Militer Menjadi Bagian dari Persiapan Pemimpin Lokal

Ratusan calon manajer Koperasi Desa jalani –

Dalam rangka memperkuat kemampuan kepemimpinan dan tanggung jawab, ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dari berbagai daerah di Indonesia melaksanakan latihan dasar militer (latsarmil) di Makodim Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung selama dua puluh hari, mulai dari 17 Juni hingga 17 Juli, sebagai bagian dari proses seleksi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor koperasi desa.

Latsarmil ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup pembelajaran tentang etika, disiplin, dan keterampilan manajerial. Para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip tersebut dalam mengelola kegiatan ekonomi desa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Koperasi Desa dan KNMP berperan penting dalam mengembangkan usaha kecil dan menengah, serta memastikan akses pendapatan yang adil bagi warga.

Dalam penyelenggaraan latsarmil, peserta diberikan materi terkait pengembangan kepribadian dan aspek kepemimpinan. Materi tersebut meliputi pembentukan mental tangguh, pengambilan keputusan strategis, serta kerja sama tim yang efektif. Sebagai bagian dari pelatihan, peserta juga diwajibkan melaksanakan tugas fisik seperti pembelajaran dasar tata cara operasional militer, penguasaan teknik dasar bergerak, dan penyesuaian sikap serta kebiasaan hidup yang lebih terstruktur.

Pelatihan ini dianggap sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan calon pemimpin desa yang siap menghadapi tantangan kompleks di era globalisasi. “Koperasi Desa tidak hanya tentang pengelolaan keuangan, tetapi juga tentang membangun mental yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” kata salah satu instruktur pelatihan, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Makodim Brigif 1 Marinir dipilih sebagai tempat pelatihan karena memiliki fasilitas yang memadai dan pengalaman dalam melatih para prajurit. Lokasi ini juga berada di tengah kawasan yang strategis, memudahkan akses peserta dari berbagai provinsi. Menurut rencana, selama latsarmil, peserta akan melalui berbagai simulasi dan tugas praktis yang menantang, seperti membentuk tim sementara, mengadakan rapat, serta mengatur pengelolaan sumber daya secara terpadu.

Sejumlah peserta menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran akan tanggung jawab sebagai manajer. “Saya merasa lebih siap untuk menghadapi berbagai dinamika di desa, terutama dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujar salah satu peserta yang berasal dari Kalimantan Selatan.

Koperasi Desa dan KNMP dirancang untuk menjadi wadah pengembangan ekonomi lokal, terutama bagi masyarakat yang kurang beruntung. Para calon manajer diharapkan bisa memperkuat peran mereka sebagai penghubung antara pemerintah dan warga. Dengan memiliki keahlian kepemimpinan yang baik, mereka dianggap lebih mampu mendorong partisipasi aktif warga dalam program ekonomi desa.

Pelatihan ini juga memperkuat kesadaran para peserta tentang pentingnya disiplin dan kerja sama. Selama kegiatan, mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk melatih keterampilan berkomunikasi dan kerja tim. “Saya belajar bahwa manajemen koperasi tidak bisa dilakukan secara individual, tetapi harus dengan kolaborasi yang baik,” tambah peserta lain dari Aceh.

Selain itu, latsarmil ini menjadi ajang untuk memperkenalkan para calon manajer kepada masyarakat. Dengan menyisihkan waktu untuk interaksi langsung, peserta dapat membangun hubungan dengan warga sekitar dan memahami kebutuhan mereka. Kegiatan ini juga sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam membangun SDM yang berkualitas di sektor koperasi.

Koperasi Desa dan KNMP memiliki peran yang sangat vital dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan para manajer muda akan lebih mampu menerapkan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam wawancara eksklusif dengan antaranews.com, salah satu anggota tim pelatihan mengungkapkan bahwa latsarmil ini adalah bagian dari upaya nasional untuk membangun pemimpin desa yang kuat, tangguh, dan berwawasan luas.

“Pemimpin desa yang baik harus mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi, baik dalam lingkungan formal maupun informal,” jelasnya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui koperasi sebagai penggerak utama.

Sebagai penutup, kegiatan latsarmil ini diharapkan menjadi titik awal dari transformasi kepemimpinan di tingkat desa. Dengan memadukan elemen militer dan manajemen, para peserta dianggap lebih siap untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam mengembangkan koperasi. Selain itu, latsarmil ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap usaha para calon manajer dalam menyelesaikan program pelatihan yang berat.

Afra Augesti/Anggah/Chairul Fajri/Ludmila Yusufin Diah Nastiti

Fitri Putri

Fitri Putri adalah penulis yang mengangkat tema kepedulian sosial, zakat, dan inspirasi kebaikan sehari-hari. Melalui pendekatan yang humanis dan membumi, Fitri menyajikan konten yang mendorong pembaca untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Ia aktif menyuarakan pentingnya berbagi secara konsisten, tidak hanya saat momentum tertentu.