Huma Betang Night Kembali Digelar, Apresiasi Seni & Budaya Kalteng
Latest Program – Palangka Raya menjadi pusat perhatian akhir pekan ini, menyambut kembali acara Huma Betang Night yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Acara ini bertujuan memperkenalkan dan mengapresiasi seni serta budaya lokal, memberikan ruang bagi seniman untuk menampilkan karyanya secara maksimal. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyatakan bahwa Huma Betang Night diluncurkan sebagai upaya menjaga nilai-nilai kearifan lokal dalam tengah dinamika zaman.
Isi Acara Huma Betang Night
“Huma Betang Night ini adalah semangat kita untuk terus menjaga nilai kearifan lokal di tengah perkembangan zaman, budaya kita tetap harus terjaga,” ujar Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam.
Acara Huma Betang Night menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya daerah, termasuk tarian tradisional serta kesenian khas. Karungut, seni yang dianggap unik dari Kalteng, menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung. Seniman lokal tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya, tetapi juga menciptakan ruang untuk pengembangan talenta. Dalam Latest Program ini, pelaku UMKM juga diberikan kesempatan memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada masyarakat serta wisatawan.
Komunitas dan Dampak Sosial
Kehadiran Huma Betang Night mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Acara ini menjadi wadah interaksi sosial yang positif, menjadikan Bundaran Besar sebagai tempat yang aman, inklusif, dan inspiratif. Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden, menambahkan bahwa Huma Betang Night adalah salah satu inisiatif pemerintah provinsi dalam menjaga eksistensi seni dan budaya daerah. “Ini juga upaya untuk melestarikan keunikan budaya, termasuk kuliner khas Kalteng, agar tetap relevan di antara generasi yang berbeda,” katanya.
Dalam Latest Program ini, penguatan ruang publik menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Acara tidak hanya sekadar pertunjukan, tetapi juga mendorong nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan harmoni. Karakteristik ini menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan Tengah, yang terus ditegaskan melalui kegiatan budaya.
Strategi Konservasi Budaya
Huma Betang Night kali ini ditujukan untuk menciptakan pengalaman baru bagi masyarakat Palangka Raya. Dengan menggabungkan seni, budaya, dan ekonomi, acara ini menjadi contoh nyata bagaimana pengembangan ruang publik bisa memberikan dampak positif. Keberhasilan Latest Program terlihat dari jumlah pengunjung yang terus meningkat, serta keberagaman atraksi yang menarik dan menawarkan keunikan seni budaya Kalteng.
Sebagai bagian dari Latest Program, Pemprov Kalteng juga meluncurkan kalender kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 provinsi tersebut. Kalender ini mencakup berbagai acara, seperti Kanal Lapor Pak Gub, yang bertujuan meningkatkan partisipasi warga dalam pemerintahan. Tidak ketinggalan, pembukaan Ruang Terbuka Hijau di kawasan Bundaran Besar menjadi bagian dari inisiatif ini, memastikan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan tetap menjadi prioritas.
Pemprov Kalteng berkomitmen dalam menjaga kekayaan budaya lokal. Dengan menampilkan seni tradisional, pemerintah ingin memastikan bahwa budaya Kalteng tidak hanya dipertahankan, tetapi juga berkembang seiring waktu. Latest Program ini juga menegaskan bahwa ekonomi dan lingkungan tidak terpisahkan dalam pembangunan daerah, sehingga masyarakat bisa lebih terlibat dalam memperkenalkan dan melestarikan keunikan budaya Kalteng.
Huma Betang Night menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi pendorong utama dalam pembangunan kota. Acara ini menunjukkan bagaimana seni dan tradisi bisa diintegrasikan dengan ekonomi lokal, meningkatkan daya tarik Palangka Raya. Harapan pemerintah adalah bahwa Latest Program ini akan terus berkembang menjadi tradisi tahunan, sehingga masyarakat bisa lebih aktif dalam melestarikan identitas budaya daerah.